Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Blog Resmi DPC PKS Beringin Deli Serdang - Provinsi Sumatera Utara. www.pks-beringin.blogspot.com. Jika ada pertanyaan dan saran harap di kirimkan ke Email DPC PKS Beringin di.. pks.beringin.deliserdang@gmail.com

Jumat, 15 Juli 2011

Jumat, 15 Juli 2011

HNW Sambut Positif Wacana Larangan Rangkap Jabatan Petinggi Negara

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid, menyambut positif wacana pembuatan sebuah undang-undang mengenai larangan rangkap jabatan petinggi negara. Wacana ini mencuat ketika publik melihat SBY sangat direpoti urusan partai ketimbang mengurus rakyat.
“Kalau PKS dari dulu sudah menerapkan tidak rangkap jabatan. Misalnya Pak Tifatul, saat menjadi menteri dia langsung melepaskan jabatannya sebagai Presiden PKS,” ujarnya kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, sesaat lalu (Selasa 12/7).
Mantan Ketua MPR itu mengatakan bahwa PKS sudah pernah mengusulkan perancangan UU yang mengatur itu, tapi sayangnya digagalkan di DPR.
“Untuk merealisasikan itu memang harus ada kekuatan politik besar,” tambahnya lagi.
“Barangkali sudah saatnya di Indonesia pejabatnya harus bisa memilah amanat yang diberikan rakyat dan partai. Sehingga nantinya pemangku amanat itu bisa amanah. Saya kira setuju hal itu,” pungkasnya.

Posted By : PKS Beringin DS

Dr Mudzakkir: Asimilasi Misbakhun Bukan Masalah








Jakarta - Menurut pengamat hukum pidana Dr Mudzakkir, asimilasi merupakan hak para narapidana. Dengan vonis 2 tahun yang diterima Misbakhun, maka asimilasi yang dijalaninya sekarang bukanlah masalah.

"Dia divonis berapa lama? Dua tahun. Lalu dia sudah ditahan selama 15 bulan? Jadi itu sudah lebih dari setengah masa tahanan ya. Saya kira kebijakan (asimilasi) ini harus dihargai, bukan masalah. Apalagi bentuk kejahatan yang dilakukan dia juga sangat tipis, bentuk kejahatan lunak," tuturnya.

Berikut ini wawancara detikcom dengan akademisi Universitas Islam Indonesia (UII) ini, Kamis (14/7/2011):

Menurut Anda sudah layakkah Misbakhun mendapatkan asimilasi?

Dia divonis berapa lama? Dua tahun. Lalu dia sudah ditahan selama 15 bulan? Jadi itu sudah lebih dari setengah masa tahanan ya. Saya kira kebijakan (asimilasi) ini harus dihargai, bukan masalah. Apalagi bentuk kejahatan yang dilakukan dia juga sangat tipis, bentuk kejahatan lunak.

Misbakhun yang anggota DPR ini sudah dimajukan ke pengadilan dan divonis, menurut saya sudah sesuatu luar biasa. Apalagi kesalahannya sangat tipis. Karena kalau dibandingkan dengan kasus lainnya yang lebih berat seperti korupsi yang merugikan banyak keuangan negara maupun penggelapan, pelakunya masih banyak yang berkeliaran.

Misbakhun sudah divonis, sudah masuk penjara, ini merupakan credit point. Harus dilihat intinya bahwa dia sudah menjalani proses hukumnya dan tidak mengulangi perbuatannya, dan setelah hitung-hitungan akhir tidak ada proses kerugian negara. Menurut saya, ini harus dipandang sebagai suatu kebijakan dari lembaga pemasyarakatan yang harus dihargai.

Kecuali kalau kejahatannya sulit ditoleransi. Kalau kebijakan itu baik, diberikan pada orang yang bertingkah laku baik dan menunjukkan sikap baik, maka hal itu bukan persoalan. Hukuman itu diberikan bukan sebagai sarana balas dendam, tapi harus dilihat esensinya. Seharusnya yang lebih dilihat adalah kalau yang melanggar hukum tapi masih berkeliaran, itu yang harusnya jadi persoalan. Soal vonisnya adil atau tidak adil, itu relatif, khususnya bila terkait lama singkatnya pidana.

Jadi Misbakhun sudah berhak mendapatkan asimilasi? Tidah harus menjalani 2/3 masa tahanan?

Kalau sudah menjalani 2/3 masa tahanan, itu adalah syarat pembebasan bersyarat. Sebelum itu (pembebasan bersyarat) ada yang namanya asimilasi. Asimilasi ini diberikan kepada narapidana jika sudah menjalani 1/2 masa tahanan.

(Berdasarkan PP 28/2006, narapidana yang dipidana karena kejahatan tertentu seperti terorisme, narkotika dan psikotropika, korupsi, kejahatan terhadap keamanan negara dan kejahatan HAM berat, dan kejahatan transnasional terorganisasi lainnya, diberikan asimilasi bila memenuhi persyaratan berkelakuan baik, mengikuti program pembinaan dengan baik dan menjalani 2/3 masa pidana. Sedangkan untuk napi dengan kasus di luar kejahatan tersebut, harus sudah menjalani masa pidana 1/2).

Dalam situasi apa asimilasi bisa dicabut?

Tentu kalau melanggar aturan pemberian asimilasi. Kalau melanggar aturan tentu bisa dicabut, juga kalau melakukan tindak pidana ulang. Janjinya saat diberikan asimilasi kan tidak melakukan tindak pidana ulang.

Asimilasi menjadi hak semua terpidana?

Pada prinsipnya iya. Meskipun ini tidak diberikan untuk yang mendapat pidana seumur hidup atau pun pidana mati. Pemberian hak pada narapidana ini tergantung pada kelakuan baiknya selama dalam penahanan.

Kalau perilakunya baik, ada pengurangan selama sekian bulan atau sekian hari. Sebaliknya kalau buruk tidak akan diberi.

Sebagai catatan, sekarang kan sedang dibahas UU Pemasyarakatan. Lembaga pemasyarakatan menginginkan agar menjadi bagian dari peradilan pidana. Kalau menuntut bagian dalam sistem itu maka transparansi di lembaga pemasyarakatan itu harus dikedapankan. Salah satunya transparan dalam memberikan hak-hak terpidana. Ini bagian dari sikap profesional.

Bagaimana jika ada yang tidak beres dalam pemberian asimilasi?

Tentu ini harus diberikan berdasarkan aturan yang berlaku, berdasar ketentuan. Pasti kan ada alasan-alasan mengapa seseorang itu diberikan asimilasi. Tentu narapidana yang diberikan asimilasi dihitung masa tahanannya.

Nah untuk kasus-kasus maupun orang yang mendapatkan perhatian publik, asimilasinya memang perlu dipublikasikan. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pihak lapas harus terbuka. Kalau diumumkan kan publik tahu sehingga tidak menimbulkan isu-isu maupun kecurigaan. Yang menjalani asimilasi nyaman, pihak lapas nyaman, semua nyaman.

Dengan diumumkan siapa yang dapat asimilasi dan apa alasan seseorang itu mendapatkan asimilasi agar tidak muncul interpretasi negatif.

Posted By : PKS Beringin DS

Puiter @FahriHamzah : “ini musim tanpa tanda baca”


us,
jangan hentakkan bibirmu/
tahan gerutumu/
pada gulita ini/
kata2 selalu bermakna ganda/
dan kita hanya pasrah/
sampai pagi sunyi/
Bam,
hentikan telunjukmu/
terlalu banyak yg hendak kau hitung/
ini musim tanpa tanda baca/
koma, titik, tanya, seru, “–”,dan $€¥£Rp/
Yud,
jangan seperti gadisku yg menangis/
kasihi aku/
hilang sudah kagumku/
lebih baik kau petik gitar/
dan menyanyi lagu/
kita pasti bisa/
Diantara banyak kata2 yg menyelimuti keaslian dunia kita,
semestinya huruf2 berhamburan tak tahu malu karena tak ada lagi mantra.
Siapakah yg akan mengikatmu dalam satu pengertian?
Entahlah..
jika pemegang amanat telah goyah maka petruk telah menjadi raja.
#Puiter
*)dikutip dari http://twitter.com/#!/Fahrihamzah


Posted By : PKS Beringin DS

Tahun Ajaran Baru, Perekrutan Baru, Jundi-jundi Baru, Semangat Baru






Oleh: Bahrudin Yuliyanto
Assalamu’alaikum wr. wb.
Alhamdulillahirabbil’alamin… Segala puji hanya milik Sang Pemilik Kehidupan – Allah SWT – yang telah memberikan kepada kita hamba-hambaNya, begitu banyak kenikmatan yang jikalau laut dijadikan tinta dan seluruh pohon di muka bumi dijadikan pena untuk menghitung nikmatNya niscaya itu semua tidaklah cukup.
Shalawat serta salam semoga senantiasa Allah limpah curahkan kepada Murabbi Terbaik, Mujahid Terbaik, Pemimpin Terbaik, Manusia Terbaik, Rasulullah saw, yang melalui Beliau Allah swt menyempurnakan AgamaNya, memberi kabar gembira bagi orang beriman, memberi peringatan bagi orang-orang kafir.
Ayyuhal mujahid dakwah thulabiyah, tahun ajaran baru segera menjelang, siswa maupun mahasiswa baru akan datang, ini berarti akan ada tambahan calon-calon mujahid dakwah thulabiyah yang bila dikelola dengan baik, insya Allah akan rela mengorbankan segenap potensi yang mereka miliki untuk keberhasilan dakwah di masa yang akan datang.
Oleh karena itu, sudahkah kita mempersiapkan dengan sebaik-baik persiapan hal-hal apa saja yang memang diperlukan untuk menyongsong itu semua. Kami yakin, berbekal pengalaman di masa-masa yang lalu, dan kemampuan menganalisa kemungkinan-kemungkinan di masa yang akan datang para aktivis dakwah thulabiyah telah mempersiapkan dengan baik cara terbaik untuk mengelola sumber daya baru ini untuk menjadi anashir taghyir selanjutnya.
Di sini kami hanya akan berupaya menyampaikan beberapa hal, antara lain:
Bahwa telah kita pahami bersama, musuh-musuh Islam dan dakwah pun menjadikan para siswa/mahasiswa baru sebagai target perekrutan mereka, dan akan berusaha untuk menjadikan kader-kader mereka pula, oleh sebab itu, para Mujahid Dakwah Thulabiyah (MDT) harus mengeluarkan segenap potensi akalnya untuk membuat strategi perekrutan yang mampu menarik sebanyak mungkin siswa/mahasiswa baru, seringkali para MDT terkungkung oleh paradigma berpikir menggunakan metode perekrutan yang nyaris sama persis dengan yang pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, padahal, masa senantiasa berputar mengikuti ritme dinamika kehidupan yang tentunya mengalami perubahan, dan itu mungkin yang menjadi salah satu sebab mengapa tidak sedikit proses perekrutan kader baru diminati hanya segelintir orang saja. Para MDT harus berusaha seoptimal mungkin untuk membuka cakrawala berpikir, menggali ide-ide baru (namun tetap dalam kaidah syar’i) dalam setiap aktivitas yang dilakukan, menemukan kreativitas dalam merekrut sehingga lebih banyak objek dakwah yang tertarik menjadi bagian dari tongkat estafet dakwah, dan melihat dakwah adalah jalan terbaik menuju surga. Memang masalah perekrutan dakwah, bukan sekedar masalah mencari kuantitas sebanyak-banyaknya, tapi kita pun berupaya dan bermohon kepada Allah, agar kuantitas yang didapatkan dapat diimbangi oleh semakin meningkatnya kualitas pembinaan, sehingga semoga jumlah yang banyak bukan sekedar laksana debu-debu yang beterbangan atau sekedar buih di lautan, tapi mampu menjadi samudera kebaikan yang dapat memberikan manfaat bagi semua makhluk di dalamnya, yang gulungan ombak mujahadahnya mampu menghancurkan kebatilan yang menghadang.
Bahwa masalah perekrutan bukan sekedar menghadirkan acara/kegiatan yang menarik minat para siswa/mahasiswa baru. Tapi juga bagaimana menghadirkan keteladanan, persahabatan dan kasih sayang dari para MDT yang ada. Umumnya, para siswa/mahasiswa baru membutuhkan suasana dan orang-orang yang membuat mereka nyaman ditempat baru mereka. Bahwa rasa nyaman itu muncul dari hati yang nyaman, maka tugas dari para MDT adalah menghadirkan diri kepada para siswa/mahasiswa baru sebagai pribadi-pribadi yang nyaman, sebagai pribadi-pribadi yang mampu mengejawantahkan Islam sebagai Rahmatan lil ‘alamin, lakukanlah dakwah fardhiyah, dengan cara yang terbaik semoga hal itu akan memantapkan hati mereka untuk menceburkan diri ke dalam barisan dakwah.
Bahwa masalah perekrutan bukan sekedar mengumpulkan atau mendatangkan siswa/mahasiswa baru, mengenalkan mereka kepada dakwah thulabiyah, tapi lebih dari itu, bagaimana perekrutan yang dilakukan mampu membangkitkan semangat para objek dakwah untuk menjadi bagian integral dari dakwah thulabiyah dan bersedia untuk berkorban dijalan dakwah. Oleh karena itu hal terpenting dalam melakukan perekrutan/kaderisasi, adalah bagaimana melakukan follow up atas perekrutan itu. Seringkali kita hanya terfokus kepada bagaimana dapat menghadirkan sebanyak-banyaknya siswa/mahasiswa baru dalam acara perkenalan dakwah thulabiyah, namun belum atau lalai dalam mempersiapkan sarana-sarana yang mendukung jumlah banyak pada saat perekrutan tetap bertahan dalam mengikuti kegiatan-kegiatan pembinaan selanjutnya. Padahal perekrutan hanya batu loncatan untuk menuju ke fase inti yaitu proses pembinaan yang mampu melahirkan pribadi-pribadi Rabbani. Kadang antara fase perekrutan dengan fase pembinaan ada jarak waktu yang cukup jauh, sehingga objek dakwah yang awalnya bersemangat karena menariknya acara perekrutan, menjadi lemah lagi semangatnya karena kurangnya respon untuk segera melakukan pembinaan. Dan semoga MDT saat ini telah mempersiapkan dengan baik sarana-sarana pembinaan sehingga tidak terjadi lost generation dalam satu unit dakwah thulabiyah.
Demikian beberapa hal yang dapat kami sampaikan, semoga tahun ajaran baru, dapat merekrut objek dakwah baru, terbentuk jundi-jundi rabbani baru, sehingga muncul semangat baru, dan dakwah thulabiyah akan terus menyala. Semoga tulisan yang sederhana ini dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan dakwah thulabiyah baik kini maupun di masa yang akan datang “Kebenaran itu hanya datang dari Allah swt, maka janganlah kita ragu untuk mengikutinya.” Sedangkan kesalahan adalah datang dari diri kami yang tidak pernah luput dari salah dan khilaf. Akhirnya kami hanya berharap kepada Allah swt semoga meridhai dan mengampuni segala kesalahan kami.
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Posted By : PKS Beringin DS

Klarifikasi Menkominfo Tifatul Sembiring atas Pemberitaan Media Seputar Socmed







Menkominfo Tifatul Sembiring mengeluarkan hak jawab atas terjadinya kesalahan pemberitaan yang dilakukan wartawan detik.com Ardhi Suryadhi perihal kontrol social media.
Menkominfo RI, Tifatul Sembiring
Assalamu’alaikum wr. wb,
Mas Arifin,
Saya baru baca berita Detik.com dengan judul “Tifatul Tak Ingin RI Seperti Tunisia yang Gagal Kontrol Twitter” yang ditulis oleh Ardhi Suryadhi, Kamis 14/07/2011 pukul 14:38 WIB.
Jadi reporter yang bersangkutan saya kira salah dengar dengan apa yang saya ucapkan dalam pidato di SD 01 Menteng tersebut. Silakan dengar kembali rekaman pidatonya, saat itu memang agak berisik, karena banyak anak-anak.
Inti yang saya katakan adalah bahwa Social Media (Socmed) sekarang telah mempengaruhi politik, ekonomi bahkan strata sosial. Hal ini telah terjadi di Tunisia, Mesir, Yaman bahkan Libya. Dulu Pemerintah dikontrol, dan dikoreksi oleh publik melalui media dan perwakilan di parlemen. Sekarang melalui socmed, publik dapat mengontrol, koreksi langsung kepada pemerintah, bahkan dapat mengontrol DPR sekaligus kadang-kadang mengontrol media juga.
Kepada guru-guru (itu di depan guru-guru dan murid2 SD 01 Menteng) harap membimbing, dan mengontrol penggunaan internet oleh anak2, termasuk sopan santun dalam penggunaan bahasa.
Saya juga mengutip UU 44/2008 tentang Pornografi, pasal 17 yang berbunyi: Pemerintah dan Pemda wajib mencegah penyebaran pornografi di masyarakat. —COBA sekali lagi didengarkan rekamannya—jauh sekali dengan apa yang ditulis di berita Detik.com. “Menkominfo Tifatul Sembiring kembali menelurkan gagasan kontroversial. Dia menyebut pemerintah memiliki kewajiban mengontrol internet termasuk sosial media. Langkah ini perlu dilakukan untuk menghindari pergolakan”. Kesan saya beritanya agak dipelintir.
Terima kasih.
@tifsembiring


Posted By : PKS Beringin DS

 

"Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Sebelumnya Meminta Maaf, Apabila ada Kesalahan dan Kekhilafan dalam Menyajikan Informasi Serta terdapat Link-Link yang belum Aktif". Jazzaakallah Khairan Katsiran, Assalamu'alaikum Wr, Wb. ^_^

Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates