Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Blog Resmi DPC PKS Beringin Deli Serdang - Provinsi Sumatera Utara. www.pks-beringin.blogspot.com. Jika ada pertanyaan dan saran harap di kirimkan ke Email DPC PKS Beringin di.. pks.beringin.deliserdang@gmail.com

Kamis, 21 Juli 2011

Kamis, 21 Juli 2011

Antara Nazar, Osama dan Gayus

Antara Nazar, Osama dan Gayus
Prayitno Ramelan Jakarta
- Nyanyian Nazaruddin di dua media elektronik kini menjadi perbincangan hangat, semakin menyesakkan nafas. Semua merasa benar, mengeluarkan dalil-dalil yang sahih tetapi lucu, yang menjadi pegangan hukum.

Memang negara kita negara hukum, tetapi negara ini tidak cukup dibangun dan dijalankan hanya dengan hukum, banyak komponen lain yang juga ikut berperan. Dalam intelijen dikenal sembilan komponen strategis, selain ipoleksosbudhankam, perlu dihitung juga ada komponen biografi misalnya. Biografi yang dimaksud adalah keberadaan seorang yang terlibat dalam penyelenggaraan negara. Pemimpin atau seorang tokoh haruslah seseorang yang kredibilitasnya tinggi, bisa dipercaya, selain dia juga harus kapabel dan acceptable.
 
Nazar kini walau buron telah mampu memporakporandakan nama Partai Demokrat serta pemimpin partai dan beberapa tokoh di dalamnya. Informasinya di satu sisi banyak dipercaya pemirsa yang terus dicekoki berita, di lain sisi dengan dalilnya, para ahli hukum mengatakan bahwa mereka tidak percaya informasi yang dikatakannya. Memang informasi Nazar adalah bahan keterangan mentah, disampaikan di suatu tempat persembunyian entah di mana. Bukanlah fakta hukum, demikianlah adanya.
 
Dengan pengamanan aturan hukum, pengurus Demokrat hingga kini masih bisa tersenyum, ketawa ketiwi direkam di televisi, main bola dan mulai memainkan jurus perbaikan citra dengan riwayat hidup. Apakah ini menolong? Bagi masyarakat yang sudah menelan informasi yang merusak citranya, justru akan semakin tidak simpati. Rakyat miskin akan tidak suka membayangkan seseorang punya uang haram sampai sekian miliar. Berebut uang sodaqoh dua puluh ribu saja ada yang sampai meninggal. Tidak adanya gerak dan pernyataan aparat hukum dalam kondisi penyerangan isu Nazar, justru akan menambah ketidak percayaan publik baik terhadap parpol pada umumnya, partai Demokrat pada khususnya serta institusi pemerintah secara lebih khusus. Lebih disebut sebagai ketidakberdayaan.
 
Oleh karena itu, kita harus melihat serangan Nazar dari sisi yang lebih luas, yaitu kepercayaan serta pengaruh psikologis di masyarakat. Orang partai itu hanyalah wakil rakyat. Kini dengan era keterbukaan demokrasi, elit parpol serta pemerintah harus jauh lebih hati-hati. Nazaruddin terus berposisi membela diri dan menyampaikan isu keterlibatan Anas dan lain-lainnya dengan konsisten. Ini berita panas, media dan masyarakat banyak yang percaya. Sebagai contoh, Osama bin Laden dari tempat persembunyiannya menyampaikan informasi berbentuk fatwa, yang menyerang AS, mengatakan bahwa faham sekular adalah penyembah berhala dan syariat Islam adalah yang terbaik dan paling benar.

Ideologi Osama kemudian mampu menghidupkan fanatisme muslim di seluruh dunia. Banyak yang kemudian rela mati karena merasa bertangung jawab menjadi agen serta instrumen pelurusan dan pengadilan. Contoh lain, Gayus yang jelas jadi terdakwa dengan entengnya menyampaikan informasi perusahaan yang terlibat, juga keterlibatan CIA, mengatakan bahwa Jeromme yang mengatur kaburnya ke luar negeri adalah agen CIA.
 
Nah, dari ketiga orang tersebut, apa yang sama? Yaitu informasi mentah pun akan menjadi senjata penggebuk yang hebat. Info Osama hanyalah pandangan dari sisi fanatisme dengan cara melekatkannya ke Islam, jelas banyak orang yang pendidikannya rendah percaya dan menjadikannya pahlawan. Gayus, walau dituduh korupsi mengatur 151 pajak perusahaan pengemplang pajak, kini bahkan menjadi narasumber. Jadilah dia nanti pahlawan, karena aparat tidak mampu membongkar lebih jauh korupsi di pajak.

Informasi Gayus sebagai terdakwa ternyata menjadi sangat berharga. Nah, kini Nazar, dengan semangat membela keluarga, jangan dipandang enteng informasinya. Secara hukum memang dia lemah, karena jadi tersangka dan buron. Informasinya lebih bersifat balas dendam, karena sakit hati, habis manis sepah dibuang. Tetapi efek psikologinya sangat membumi, begitu kira-kira.
 
Kini, pria kelahiran lahir di Bandung pada 26 Agustus 1978 dan berusia hampir 33 tahun itu nampaknya akan menghilang, bersembunyi seperti katanya disarankan atasannya, tiga tahun hingga pemerintahan berganti. Kabar bawah tanah di Pakistan? Seperti beberapa tokoh ekstrem yang dulu dikejar Pak Harto, akhirnya kemudian bisa melenggang balik kampung dengan aman setelah ganti presiden.

Itulah fakta di negara kita yang kita cintai. Sudahlah, kata si nenek di sebelah penulis, membuang energi, semuanya ribut mempermasalahkan kasus Nazaruddin. Apakah ini masalah nasional? Walau yang dimainkan memang uang APBN. Kalau pemerintah, elite politik tidak segera menentukan sikap, entah sampai di mana dan mau dibawa ke mana kasus ini. Rakyat akan bosan, makin tidak percaya. Yang parah, mereka tidak percaya pada 2014 nanti, pada tokoh capres yang diajukan parpol, akan lebih percaya calon independen. Arahnya bisa ke situ. Dalam teori terorisme disebutkan "A Terorist in one side, is a patriot on the other." Di Indonesia bisa dipelesetkan, "A coruptor in one side, is a patriot on the other." Apakah begitu?
 

Posted By : PKS Beringin DS

Kisah SBY Murka Diancam Nazaruddin

Kisah SBY Murka Diancam Nazar
Jakarta
- Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat berang. Ia menggebrak meja di depannya dan membentak Muhammad Nazaruddin.

Saat itu, 23 Mei 2011 pagi, Nazar dan sejumlah elit partai dipanggil SBY di kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Kala itu Nazar belum jadi tersangka kasus suap Kemenpora terkait proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games di Jakabaring, Palembang. Tapi Nazar saat itu sudah menjadi sorotan publik setelah anak buahnya Mindo Rosalina Manulang ditangkap KPK bersama Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam.

Bertemu SBY, Nazar bukannya minta maaf, malah mengancam Ketua Dewan Pembina PD itu. Dengan jumawa, Nazar mengungkap orang penting di PD akan terseret kalau ia sampai diproses hukum. "Jadi Pak kalau nanti saya dijadikan tersangka semua akan kena, Anas kena, Ibas juga kena," kata Nazar kepada SBY seperti diungkap sumber detikcom.

Tidak ayal pernyataan Nazar pun membuat SBY murka. "Silakan buka saja. Kalau anak saya harus diperiksa biar saja. Saya tidak takut," kata sang sumber menirukan pernyataan SBY yang marah besar.

Setelah mendapat kemarahan SBY, sore harinya Nazar pun kabur ke Singapura. Belakangan Nazar mengklaim pergi ke Singapura atas suruhan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. Sementara usai SBY murka, malam harinya Dewan Kehormatan PD mengumumkan memecat Nazar dari bendahara umum PD.

Hingga kini elit PD belum ada yang bersedia mengkonfirmasi kisah kemurkaan SBY itu. Hampir dua bulan waktu berlalu. Nazar pun sudah dipecat dari PD. SBY sudah memerintahkan Anas agar membereskan kemelut partai dan menindak tegas kader bermasalah. Tapi perkembangan politik semakin tidak terkendali. Nazar yang dipecat melancarkan balas dendam dan tidak bosan menguliti borok elit PD. Dari persembunyiannya, Nazar semakin berani mengobok-obok borok PD. 

Belum lama ini Nazar mempermalukan SBY dan elit PD yang tidak mempercayai pesan BlackBerry yang dikirim ke wartawan. Nazar muncul di TV lewat wawancara via telepon. Pernyataan Nazar hampir mirip dengan BBM yang dikirimnya pada wartawan yang diragukan SBY dan elit PD. Hanya saja Nazar semakin fokus menyerang Anas.

"Anas otak besarnya (suap Wisma Atlet). Memang dia aktornya," ujar Nazaruddin dalam wawancara lewat telepon dengan Metro TV. Nazar mengaku sebagai bawahan hanya melaksanakan perintah Anas. Sementara keputusan ada di tangan Anas.

Tudingan teranyar Nazar dibantah Anas. Mantan anggota KPU ini balik menantang mantan teman dekatnya itu untuk menyerahkan diri ke KPK.Ia pun menyatakan Nazar telah disetir."Saya makin yakin dia digunakan oleh kepentingan politik pihak lain untuk merusak nama saya," kata Anas.

Meski Anas membantah, tapi tidak pelak kemunculan Nazar yang masih menjadi buron interpol di TV itu membuat PD yang akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada 23 Juli 2011 mendatang semakin panas.

Pernyataan-pernyataan Nazar membuat kubu Anas menjadi bulan-bulanan. Seperti diketahui, PD terbagi dalam tiga friksi sejak kongres di Bandung yakni kubu Anas, kubu Marzuki Alie dan kubu Andi Mallarangeng. 

Pendiri PD TB Silalahi mengungkapkan hingga kini friksi di PD belum berhasil disatukan. 
Lemahnya gaya kepemimpinan Anas menjadi salah satu penyebab friksi ini semakin terlihat karena Anas tetap eksklusif. 

Setiap pergi ke mana-mana, Anas selalu mengajak orang-orang yang saat kongres menjadi tim suksesnya. "Kalau kemana-mana orang yang ikut ya itu-itu saja. Jhonny Allen, Sutan Bhatoegana atau Ruhut. Kalau seperti ini bagaimana orang tidak menduga masih ada kubu-kubuan?" sesal Silalahi.

Fungsionaris PD yang kini menjabat sebagai Sekertaris SC Rakornas PD Ferry Juliantono membantah tudingan TB Silalahi. Menurut Ferry, langkah Anas saat terpilih menjadi Ketua Umum justru sangat akomodatif terhadap lawan-lawan politiknya saat di kongres. Sebab orang-orang Marzuki dan Andi Mallarangeng diikutsertakan dalam kepenguruan.

"Kalau di partai lain, kubu yang menang akan menyingkirkan kubu lawan hingga ke akar-akarnya. Tapi Anas justru memasukan orang-orang dari kubu lawan ke dalam kepengurusan," jelas Ferry. 

***

Kasus Nazar tidak bisa dipungkiri membuat friksi di PD semakin mengeras. Suasana di partai berlambang Mercy ini ibarat sedang perang. Masing-masing kubu telah menyiapkan strategi agar tidak tersingkir. Pasalnya wacana bersih-bersih terus digulirkan setelah Nazar dipecat dari DPR dan PD. 

Sumber detikcom menyebutkan, saat ini kubu Anas dalam kondisi tertekan. Dalam setiap pertemuan di PD, kubu Anas menjadi bahan sindiran. Tidak itu saja, mereka pun mulai 'diasingkan'. 

"Saat ini saja dalam setiap rapat di DPP, Ruhut Sitompul dan Benny K Harman selalu jadi ledekan. Soalnya Benny dan Ruhut sebelumnya mendampingi Nazar dalam jumpa pers sebelum Nazar kabur. Teman-teman di DPP bilang wah dapat banyak nih," jelas sumber detikcom, yang merupakan salah satu pengurus di DPP PD.

Bukan hanya jadi bahan ledekan, sejumlah pengurus PD saat ini juga mulai menunjukkan sikap kurang suka terhadap orang-orang dekat Anas. Mereka saat ini mulai kasak-kusuk terhadap perilaku orang-orang Anas yang saat ini menjadi pengurus. 

Salah satu pengurus yang saat ini jadi omongan sejumlah pengurus PD adalah Wakil Ketua Umum PD Jhonny Allen Marbun.

Sumber detikcom itu mengatakan, beberapa pengurus PD yang merupakan purnawirawan TNI menampakkan ketidaksenangannya pada Jhonny yang kini menjabat Ketua Steering Commitee (SC) Rakornas PD. Mereka mengeluhkan sikap Jhonny yang dianggap arogan dalam setiap rapat SC yang dilakukan di kantor DPP PD .

"Bayangkan purnawirawan jenderal bintang 3 saja sudah tidak digubris pendapatnya. Ini bikin kesal sejumlah pengurus yang juga mantan tentara," terang sumber detikcom yang juga menjadi anggota SC Rakornas PD.

Bila kubu Anas dalam kondisi tertekan, kubu SBY justru berada di atas angin. Kubu Andi dan SBY sedang menunggu Anas akhirnya akan lengser sendiri karena kasus yang ditudingkan Nazar diproses hukum. Sementara kubu Marzuki tengah was-was karena juga disebut-sebut juga memiliki hubungan dengan Nazar. 

Pengamat Politik dari Indobarometer Muhammad Qodari melihat sudah terjadi saling injak antar sesama elit PD. Para pengurus partai yang harusnya merapatkan barisan justru melakukan aksi saling serang. Akibatnya kerusakan yang dilakukan oleh Nazar semakin menjadi-jadi lantaran ditambah kisruh elit-elit PD sendiri.

Bagi Qodari, kondisi PD saat ini ibaratnya tengah menuju jurang kehancuran. Saat ini kerusakan bukan hanya pada sisi elektoral melainkan di internal."Dari hulu ke hilir PD sudah mengalami kehancuran,” kata Qodari.

Posted By : PKS Beringin DS

Ghibah: Seni Memakan Bangkai


Ketika semua orang sibuk dengan pekerjaan, perbaikan diri dan hari- hari mereka, ada sekumpulan manusia yang justru menyibukkan diri dengan sebuah kegiatan yang membuang waktu sia- sia. Tak jarang, hal itu justru menjadi gaya hidup yang menunjang kemewahan hari- hari mereka. Kegiatan itu adalah tentang hidup orang lain dengan segala pernak- pernik aibnya yang dengan leluasa dibicarakan dengan sama sekali tanpa rasa bersalah. Hal itu adalah untuk sekedar hiburan.
Ya, hanya sekedar hiburan tanpa hajat yang penting dan untuk membunuh waktu atau untuk melegakan jalan mereka ketika mereka harus masuk dalam suatu komunitas. Bahkan, kegiatan bergaya hidup modern tersebut, terkadang membawa mereka melewati batas norma dan logika kebenaran yang disanjung- sanjungnya sediri. Konsekuensi dosa tidak lagi masalah, dan bahkan sangat remeh walau hanya sekedar mampir dipikirannya.
Mungkin banyak dari mereka yang merasa masalah hidup dan dirinya sudah sangat selesai dan rapi sehingga dia merasa perlu membicarakan aib orang lain dan menjadi hakim atas takdir orang lain, celakanya tindakan itu sangat pula membahagiakannya. Hee.. kasihan sekali. Mereka bahkan tidak sadar bahwa masalah sebenarnya dalam hidupnya sendiri sedang melingkupinya yaitu kesepian dan butuh hiburan. Maka tolonglah para manusia ini. Manusia yang tidak menyadari kerugiannya, bahwa pahala mereka mungkin juga telah berpindah untuk saudaranya yang habis- habisan digunjingnya, dan kepastian dosa telah menjadi hak patennya jika saudara tersebut tidak memaafkan atas pergunjingan  yang telah dilakukan.
Maka tolonglah para manusia ini, mungkin sejenak batin mereka lupa untuk berpikir tentang, siapa yang bisa menjamin, jika orang yang dibicarakan adalah ternyata lebih mulia disisi Allah dibandingkan diri mereka sendiri.
Masya Allah, benar-benar hati yang bebas dari penyakit hanyalah dimiliki oleh orang-orang yang sholeh. Hati dan pikirannya senantiasa tidak membiarkan salah satu anggotanya, yaitu lidah dan mulut untuk justru menjadi sarang dan sumber dari sebuah kerugian fatal atas kepemilikan kemuliaan hidup.
Maka tolonglah para manusia penggunjing itu, katakan kepada mereka jika ada orang lain yang lebih tua dari kita adalah lebih baik mendidik hati dengan menyampaikan bahwa "Orang tersebut telah lebih dahulu beriman dan beramal sholih dari kita, maka dia lebih baik dari kita."  Dan jika ada orang lainnya yang lebih muda dari kita, "Aku telah lebih dulu bermaksiat dan berlumuran dosa serta lebih pantas mendapatkan siksa dibanding dirinya, maka ia sebenarnya lebih baik dariku."
Maka tolonglah para manusia penggunjing itu, karena merelakan diri mereka untuk mengkonsumsi bangkai yang jelas- jelas menjijikkan bagi manusia normal. Belum lagi konsekwensi kehinaan yang akan disandangnya akibat terus dilakukannya hobi yang sama sekali tidak mendidik itu.
Allah Subhanahu Wata`ala berfirman dalam surat Al Hujurat ayat 12, "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."
Dan masih... jika sebagian dari mereka tetap berkilah, bahwa mereka tidak membicarakan kesalahan melainkan hanya kebenaran yang pasti nyata telah menjadi aib orang lain.
Sejenak ingatkan kembali, tentang sabda Rasul mulia:
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bertanya, "Tahukah kamu, apa itu ghibah?" Para sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai." Seseorang bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, "Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu tentang dirinya, maka berarti kamu telah menggibahnya (menggunjingnya). Namun apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah menfitnahnya (menuduh tanpa bukti)." ( HR. Muslim)
Ghibah dan menfitnah (menuduh tanpa bukti) sama dua keharaman. Ketika sudah tersampaikan aturan dari sang Maha memiliki kebenaran tersebut, apakah masih pilihan mereka tertuju kepada nafsu untuk sebuah pembelaan dan tetap menganggap diri sebagai benar adanya?
Orang- orang yang menghindarkan diri dari melongok kekurangan orang lain, adalah orang yang insyaAllah mudah betindak tulus atas apapun yang dia lakukan. Betapa tidak, godaan untuk sebuah keasyikan menggunjing adalah sangat berat dan itupun berhasil dilampauinya. Dengan kata lain, dia memperlakukan orang lain seperti dia memperlakukan dirinya sendiri. Dalam hatinya, dia merasa bahwa akan sama keberatan dan sakit hati jika dia sendiri berdiri pada posisi orang yang tersakiti dengan pergunjingan,maka dari itu dia menghindarkan lidahnya dari menyakiti sesamanya. 

Orang- orang bijak berkata bahwa menggunjing adalah ladang orang- orang yang terhina dan berpenyakit hatinya. Tidak ada salahnya jika hal itu berkali- kali kita katakan kepada diri dan saudara kita, mengingat jatah waktu dan kesempatan bernafas pasti akan ada titik akhirnya. Dan kesemuanya itu semoga tidak akan sia- sia, karena hidup tidak ada kesempatan kedua. hanya satu kali, dan sekali saja, maka jangan sampai salah melangkah dan salah menentukan proses penghabisan usia. Sudah cukup payah kita disibukkan dengan kekurangan diri dan aib sendiri, maka tak ada guna menghibur hati dengan sebuah kealpaan orang lain. mungkin ada baiknya jika hal itu dimulai sekarang juga, karena siapa yang bakal tahu akhir hidup itu akan diberlakukan kapan. Pastinya sebagai manusia berakal, kita tidak mau menghadapa sang maha kuasa, Allah azza wa jalla dengan penuh rasa malu karena dosa.
Voa-islam.com
Posted By : PKS Beringin DS

Nasehat Syeikh Jum’ah Amin untuk Kader Dakwah


Nasehat Syeikh Jum’ah Amin untuk kader dakwah:
-Jangan terlalu fokus dengan sebab-sebab materi untuk mencapai kemenangan, tapi kurang fokus pada رَبُّ الْاَسْبَاب “Rabbul asbaab” (Allah yang menjadi Tuhan/Pemilik dari sebab-sebab).
-Jangan terlalu fokus dgn manajemen, idariyah, takhtith (perencanaan), tapi kurang fokus dalam hak-hak Allah. Takhtith dan manajemen baru efektif kalau dilakukan oleh tangan yg berwudhu, kening yg banyak sujud, jiwa yg khusyu’, hati yg tenang dan tunduk pd Allah. Tanpa itu, sehebat-hebatnya manajemen dan takhtith yg dilakukan takkan memberi kemenangan.
-Apa yg dianggap orang adalah nafilah (sunah), bagi antum bernilai faridhah (wajib). Dimana posisi antum dalam tilawah minimal 1 juz sehari? Dimana posisi antum dlm raka’at-raka’at saat malam? Dimana posisi antum dalam infak? Dimana posisi antum dlm raka’at dhuha?
-Lawan politik uang yg biasa dijadikan senjata lawan2 politik antum dengan akhlak, dengan ukhuwwah, dan dengan ubudiyah…. Bukan dengan uang juga.

-Senjata antum hanya dua: hubungan baik dgn Allah dan akhlak dgn manusia. Dengan itu, dua cinta berhimpun, cinta Allah dan cinta manusia. Ustadz al-Banna mengatakan: nahnu nuqaatil an naas bil hubb (Kita menaklukan manusia dengan cinta).



*)Syeikh Jum’ah Amin Abdul Aziz seorang tokoh senior dakwah dan juga penulis buku-buku dakwah dan haroqah diantaranya kitab Fiqih Dakwah yang telah diterjemahkan dan diterbitkan Era Intermedia.

Posted By : PKS Beringin DS

Pak Tif, Politisi Indonesia Paling Populer di Dunia Maya


Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring boleh berbangga diri. Meski seorang menteri, untuk urusan dunia maya, tingkat kepopuleran Tifatul melebihi siapa pun juga yang ada di Indonesia.
Setidaknya ini berdasarkan penilaian dari situs pencatat statistik media sosial, www.famecount.com, Selasa (19/7/2011). Ia adalah satu-satunya politisi asal Indonesia yang masuk di dalam urutan 50 besar politisi ternama seluruh dunia. Tifatul berhasil duduk di urutan 24.
Kepopuleran Tifatul di jagat maya memang masih berada di bawah pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama yang ada di urutan 3, Gubernur California Arnold Schwarzenegger (4), mantan Wapres AS Al Gore (5), politisi AS Sarah Palin (9), PM Thailand Abhisit Vejjajiva (17) atau Presiden AS Barack Obama yang menempati urutan pertama. Namun kepopuleran Tifatul jauh berada di atas politisi asal Malaysia Anwar Ibrahim yang menempati urutan 35 dan Joe Biden (54).
Tifatul selama ini dikenal sebagai menteri yang paling aktif di dunia maya. Politisi Partai Keadilan Sejahtera ( PKS )  ini seringkali melontarkan berbagai pantun, kalimat penyemangat atau sesekali tweet pantun menyindir seseorang.
Itulah yang membuat fans Tifatul di Facebook atau Twitter bejibun. Dan inilah yang menjadi metode penilaian situs ini.

Tercatat ia memiliki 207.219 penggemar di Facebook dan 237.281 pengikut di Twitter. Setiap hari, ada 286 yang menjadi pengikut Tifatul di Twitter.
Bagaimana dengan anda ?
Silahkan bertualang di dunia maya, seperti pak Tif.

Posted By : PKS Beringin DS 

 

"Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Sebelumnya Meminta Maaf, Apabila ada Kesalahan dan Kekhilafan dalam Menyajikan Informasi Serta terdapat Link-Link yang belum Aktif". Jazzaakallah Khairan Katsiran, Assalamu'alaikum Wr, Wb. ^_^

Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates