Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Blog Resmi DPC PKS Beringin Deli Serdang - Provinsi Sumatera Utara. www.pks-beringin.blogspot.com. Jika ada pertanyaan dan saran harap di kirimkan ke Email DPC PKS Beringin di.. pks.beringin.deliserdang@gmail.com

Senin, 24 September 2012

Senin, 24 September 2012

Syahadah Bikin Hidup Lebih Hidup

 
 
 
Islamedia - Khalid bin Walid adalah Panglima yang memporak porandakan pasukan Muslimin di Perang Uhud. Lalu Allah akhirnya menghendakinya menjadi bagian dari kaum Muslimin. Kemarin ia adalah orang yang sangat membenci Muhammad serta membenci agama yang dibawanya, namun hari ini ia adalah orang yang sangat mencinta Muhammad saw dan agama barunya yakni Islam.

Dialah yang menghancurkan pasukan Musailamah Al-Kadzab seorang Nabi palsu yang mengaku Nabi setelah wafatnya Rasulullah saw. Dia pula yang menyelamatkan kaum Muslimin dari kepungan orang-orang kafir saat Perang Mu’tah. Dia juga yang menghancurkan pasukan Persia. Dia pulalah yang menghancurkan 240 ribu pasukan Romawi saat perang Yarmuk. Dia adalah orang yang mukhlish dimana disaat namanya kian menjulang di kawasan jazirah arab karena kemenangan yang selalu ia raih, ia dengan ikhlas dan penuh ta’zim saat harus diturunkan jabatannya dari panglima besar hanya menjadi prajurit biasa.

Salman Al-Farisi adalah seorang walikota di daerah Madain. Ia adalah walikota yang sederhana, yang tak memakan gajinya sedikitpun, ia bagikan seluruhnya untuk rakyatnya. Dan ia menghidupi keluarganya dengan menjual keranjang hasil anyamannya sendiri.

Bilal bin Rabah setiap hari ia dipanggang ditengah padang pasir yang membakar. Dicambuk dan ditindih batu besar. Tak bergeming hatinya dari aqidahnya. Tak bergerak bibirnya untuk mengatakan perintah Umayyah majikannya untuk menyebutkan berhala latta dan uzza.

Mush’ab bin Umair tangan kanannya putus karena mempertahankan bendera dan melindungi Rasulullah dari serangan musuh dalam Perang Uhud. Lalu ia mengambil dan mengibarkan bendera dengan kanan kirinya, lalu musuh kembali menebas tangan kirinya hingga putus. Mush’ab pun mengibarkan panji dengan mengapit bendera dengan kedua pangkal pahanya. Lalu musuh menombaknya hingga syahid.

Abu Dzar Al-Ghifari sebelumnya adalah seorang perampok yang paling ditakuti di Jazirah Arab. Lalu hidayah Allah datang kepadanya dan dia adalah orang ke enam yang masuk Islam dia pula orang pertama yang berani secara terang-terangan meneriakan syahadatain di tengah-tengah orang kafir Quraisy. Padahal waktu itu dakwah masih sirriyah (sembunyi-sembunyi).
Hmmm..banyak kisah dan peristiwa yang begitu menakjubkan. Keajaiban keajaiban yang ditunjukan para sahabat sungguh luar biasa. Mereka yang sebelumnya teramat membenci dakwah ini lalu berubah 180 derajat menjadi pribadi yang begitu mempesona dan mencintai dakwah ini dengan segenap jiwa. Bahkan mereka rela mengorbankan apapun untuk Allah dan Rasulnya.

Apa yang membuat mereka menjadi sehebat itu?

Syahadah…syahadah yang telah merubah warna mereka. Kepribadian mereka berubah total setelah lisannya berucap Laa Ilaaha illallah Muhammad Rasulullah..kalimat itulah yang telah menjadikan mereka diliputi penuh kemuliaan. Kisah kisah heroik dalam mempertahankan aqidah, mereka suguhkan sebagai konsekwensi setelah berikrar dengan mengucap syahadatain.

Mereka merevolusi diri mereka dengan penuh keikhlasan, tanpa beban sedikitpun. Malahan, mereka melakukannya dengan penuh cinta. Mereka rela berkorban meski harta tak bersisa, mereka siap berkorban meski harus bermusuhan dengan ibu dan keluarga tercinta, bahkan hingga nyawa meregang dengan jasadnya, siap mereka pertaruhkan untuk Allah dan Rasul-Nya.

Sungguh..mereka adalah sebaik baik generasi. Pengorbanan dan perjuangan mereka tak akan mampu ditandingi oleh siapapun.

Bagi ummat sekarang ini, syahadatain seperti tak bermakna. Ia hanya terucap dibibir tanpa membekas dihati dan tanpa terlihat pada amal. Sedangkan para sahabat mengerti benar, bahwa syahadatain yang mereka ucapkan bukanlah sebuah kalimat biasa tanpa makna. Melainkan sebuah kalimat yang teramat berat dan penuh resiko serta penuh konsekwensi yang akan mereka hadapi. Namun mereka yakin hanya dengan syahadatain lah mereka bisa bertemu Tuhannya secara langsung di syurga kelak. Hanya dengan syahadah lah mereka bisa bermanja manja kelak ditaman taman syurga yang hijau. Maka untuk meraih kenikmatan di akhirat itu, mereka tak peduli sesakit apapun perjuangan mereka di dunia. Karena pada sesungguhnya mereka sedang membangun rumah di syurga-Nya.

Mereka sadar dengan sepenuhnya bahwa syahadah yang mereka ucapkan memiliki makna begitu dalam. Mereka mengerti dan memahami keputusan mengucapkan syahadah bukan hanya sekedar pernyataan melainkan sebuah janji dan sumpah yang harus selalu mereka pegang dan tak boleh melepasnya meski sebentar saja.

1.       Al-I’lan (pernyataan)
Katakanlah (Muhammad) : “Wahai Ahli Kitab! marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami seorang Muslim”. (Ali Imron : 64)
Inilah pintu gerbang untuk memasuki bangunan Islam. Siapa saja yang ingin memasuki agama Islam yang mulia ini ia harus menyatakan keislamannya dengan mengucap syahadatain. Serta ia harus mengetahui apa konsekwensi yang ada dibelakangnya.
Kalimat ini bukan kalimat biasa, ia syarat makna dan begitu berat. Secara substansi syahadah adalah pernyataan iman kepada Allah dan Rasul-Nya, sekaligus pengukuhan Allah sebagai satu satunya Tuhan dan Rasulullah satu satunya teladan. Maka konsekwensi dari syahadah adalah menolak segala jenis tuhan tuhan yang lain.
Para sahabat mengeti benar kalimat syahadah ini. Karenanya, disiksa bagaimanapun tak akan menggoyahkan aqidah mereka.
2.       Al-Wa’du (Janji)
Dan (ingatlah) ketika Tuhan mu mengeluarkanmu dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah aku ini Tuhan mu?” mereka nebjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami) kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu), agar dihari kiamat kamu tidak mengatan, “sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.” (Al-A’raf : 172)
Selain pernyataan, syahadah juga berarti perjanjian; perjanjian yang kuat. Berjanji hanya untuk meng-Esakan Allah. Berjanji untuk tidak menyembah dan meminta pertolongan selain kepada-Nya. Berjanji setia untuk senantiasa mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya. Serta menjauhi semua larangan-Nya dan Rasul-Nya.
Maka dari makna ini, konsekwensinya adalah, seorang muslim harus beramal, beribadah sesuai perintah-Nya. Mengikuti aturan hidup yang termaktub dalam kitab suci-Nya. Melanggar perjanjian ini berarti ia termasuk golongan munafik.
3.       Al-Qosam (Sumpah)
Katakanlah (Muhammad): “Sesungguhnya sholatku, iabadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku, dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim).” (Al-An’am : 162-163)
Syahadah juga bermakna sumpah. Tentu sumpah ini lebih berat maknanya dari pernyataan dan janji. Seorang muslim secara sadar akan terikat oleh sumpah ini. Sumpah hanya untuk mentauhidkan Allah saja. Sumpah untuk menyerahkan segala hidupnya, matinya dan ibadahnya hanya untuk Allah saja. Sumpah untuk tetap mempertahankan aqidah bagaimanapun penyiksaan yang akan dihadapi. Sumpah untuk tetap istiqomah dan memperjuangkan agama ini dengan pengorbanan sebesar besarnya.

Jika seorang muslim mampu menjalankan syahadatain dengan sebenar-benarnya maka akan melahirkan sifat berani (syaja’ah), tenang (Ithmi’nan) dan Optimis (Tafa’ul). Ketiga sifat inilah yang diconrohkan para sahabat. Setelah bersyahadat, tak ada lagi rasa takut dalam jiwanya kecuali pada Allah saja. Tak ada kegelisahan dalam menghadapi mihnah (cobaan) karena mereka yakin Allah bersama mereka. Tak ada rasa pesimis dalam mencapai ridho Allah.

Para sahabat telah menunjukan dengan benar sebagai seorang muslim yang kaffah. Yang tak bergeming sedikitpun dari keyakinannya, manakala siksaan mendarat ditubuh mereka, manakala ditawarkan kedudukan, harta serta wanita cantik untuk mereka agar mereka meninggalkan keyakinannya. Meski tangan harus putus, meski tubuh harus digergaji sekalipun, meski tombak harus memecah kepala, meski badan harus terbelah dengan hunusan pedang, meski jantung harus dikeluarkan,,tak akan menggoyahkan aqidah mereka.  Yang mereka yakini kemuliaan hanyalah disisi Allah saja.

Ummat hari ini begitu memperihatinkan..dengan sebungkus mie instan saja aqidah dapat digadaikan. Ummat ini tidak bangga dengan agamanya sendiri. Banyak yang memajang foto di facebook bersama dengan seorang wanita/pria yang bukan muhrimnya. Banyak yang asal bergandengan tangan bukan dengan muhrimnya, mereka mempertontonkan akhlak yang jauh dari akhlak seorang muslim.

Ummat ini tidak tahu dan tidak mau tau apa makna sebenarnya dari sebuah syahadah. Mereka harus diluruskan. Di da’wahi oleh para da’i yang telah memahami makna syahadah ini. Ummat ini harus dibimbing agar tidak semakin terpelosok kedalam. Mereka harus diarahkan agar senantiasa mengkaji kedalaman ilmu agama ini. Mereka harus diarahkan agar sering membaca literatur sejarah agama serta pelaku pengibar bendera agama ini. Mereka harus dikenalkan kembali siapa tuhannya, siapa nabinya, apa kitab sucinya, siapa saudara-saudaranya. Mereka harus diberitahu siapa yang harus diteladani, di idolakan. Mereka harus tahu pengorbanan Rasulullah saw dan para sahabatnya yang menakjubkan.

Maka itu semua menjadi tugas kita ikhwahfillah…

Semoga Allah mempertemukan kita di syurga kelak..bersama Rasulullah, para sahabat dan para pejuang Islam lainnya…aminn..

Wallahu’alam bisshowab

Abu Rafah bin Nisan

Posted By : PKS Beringin DS

Fenomena Aliran Sesat dan Bencana Kebodohan

                                 Oleh: Muhammad Yusran Hadi, Lc, MA

MUNCULNYA
berbagai ajaran sesat di Indonesia sejak dulu sampai saat hari ini sangatlah meresahkan umat Islam. Berbagai ajaran sesat seperti Darul Arqam, Isa bugis, Lia Aden, Inkarus Sunnah, Ahmadiah, Syi’ah, Islam Liberal, LDII, Millatta Abraham, Laduni dan lainnya gencar menyebarkan paham sesatnya di Indonesia. Bahkan, Indonesia menjadi “lahan subur” tumbuhnya berbagai ajaran sesat tersebut. 

Kondisi ini sangat memprihatinkan kita dan menyisakan berbagai pertanyaan. Bagaimana bisa ajaran sesat menjadi “lahan subur” di Indonesia yang mayoritasnya adalah umat Islam yang berpaham Ahlus Sunnah wal Jama’ah? Mengapa sebahagian umat Islam dengan mudah terpengaruh dan tertipu dengan ajaran sesat?

Jawabannya tentu beragam. Yang jelas, faktor kebodohan terhadap syariat Islam merupakan jawaban yang paling tepat.  Bila pemahaman umat terhadap syariat Islam itu baik dan benar maka mereka pasti tidak akan tertipu dengan ajaran sesat apapun. Tentu saja ajaran sesat tidak laku dan berkembang di Indonesia. Karena, pemahaman yang baik dan benar terhadap syariat Islam akan melahirkan iman yang kuat, sesuai firman Allah Subhanahu Wata’ala, “Di antara hamba-hamba-Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama (orang yang berilmu).” (QS: Fathir ayat 28). Sebaliknya, kebodohan terhadap agama akan melahirkan bencana kesesatan.

Bahaya Kebodohan
Bencana dan fitnah terbesar bagi umat ini adalah kebodohan. Sedang nikmat terbesar adalah ilmu akan al-Qur'an dan as-Sunnah sesuai pemahaman salaful ummah (pendahulu ummat).  Kebodohan akan ilmu syariat menyebabkan fitnah dan perpecahan umat. Selain itu, kebodohan merupakan sumber bencana munculnya ajaran sesat.

Banyaknya penyimpangan agama di tengah masyarakat, baik dalam persoalan akidah maupun ibadah, terjadi akibat kebodohan atau minimnya pengetahuan mereka terhadap syariat Islam. Kebodohan umat ini dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam dengan cara menyebarkan racun dan virus kesesatan di tengah umat Islam.  Akibatnya, timbulah berbagai penyimpangan agama dalam persoalan  tauhid dan akidah berupa pemurtadan, ajaran sesat dan syirik. Begitu pula penyimpangan dalam ibadah berupa praktek bid’ah (mengada-adakan persoalan yang baru dalam agama tanpa ada petunjuk dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam).

Pendangkalan aqidah berupa pemurtadan dan ajaran sesat adalah target utama musuh-musuh Islam, baik dilakukan pihak luar maupun dari dalam Islam. Upaya pemurtadan gencar dilakukan oleh para misionaris dan orientalis. Dari pihak dalam, upaya penyebaran ajaran sesat dilakukan oleh orang yang mengaku dirinya muslim  atau berkedok Islam dengan menyebarkan pemikiran dan pengamalan yang yang menyimpang dari syariat Islam (al-Quran dan as-Sunnah).
Mengenai upaya dan misi pemurtadan yang dilakukan oleh musuh-musuh luar Islam, jauh-jauh hari al-Quran telah memperingatkan umat Islam atas makar mereka:

“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka..” (QS: Al-Baqarah: 120).
Karenanya, bila umat Islam tidak punya ilmu yang mapan terhadap syari’at Islam, tentu akan mudah digoyahkan iman mereka dan menjadi murtad dengan penghargaan yang menggiurkan dari para misionaris berupa harta, wanita, dan jabatan/pangkat.

Kebodohan dapat mengakibatkan bencana kesesatan.
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, “Dan di antara manusia (ada) yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan mendapat azab yang menghinakan.” (QS: Luqman: 6).

Allah Subhanahu Wata’ala juga berfirman, “Dan sungguh, banyak yang menyesatkan orang dengan keinginannya tanpa dasar pengetahuan.” (QS: Al-An’am:119).
Oleh karena itu, Allah Subhanahu Wata’ala melarang kita untuk mengikuti sesuatu tanpa ilmu, terlebih lagi dalam persoalan akidah dan ibadah yang sudah qaht’i (baku) dan jelas. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggung jawabannya.” (QS: Al-Isra’: 36)

Nabi bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dari manusia begitu saja, akan tetapi mencabut ilmu dengan dimatikan para ulama. Jika tidak ada lagi seorang yang alim, maka orang-orang memilih pemimpin yang bodoh. Maka ketika mereka ditanya, merekapun berfatwa tanpa dasar ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Praktek syirik di tengah masyarakat terjadi akibat tidak memahami tauhid secara benar. Selama ini perbuatan syirik hanya dipahami sebatas menyembah selain Allah seperti menyembah patung, pohon, api, binatang dan sebagainya. Padahal, meminta pertolongan kepada makhluk seperti benda-benda keramat, kuburan-kuburan wali, dan lainnya, memakai ajimat dan melakukan tradisi-tradisi yang diyakini dapat memberi berkah atau menolak bala, termasuk syirik.

Allah Subhanahu Wata’ala mengecam perbuatan tersebut, “Katakan (Muhammad),“Pantaskah kamu mengambil pelindung-pelindung selain Allah, padahal mereka tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudharat bagi dirinya sendiri?” (QS: Ar-Ra’d:16).

Bahkan, Allah Subhanahu Wata’ala memvonis perbuatan tersebut sebagai kesesatan. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, “Dia menyeru kepada selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana dan tidak (pula) memberi manfaat kepadanya. Itulah kesesatan yang jauh.” (QS: al-Hajj: 12).

Allah juga berfirman,“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu), dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang ia kehendaki. Dan barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali.” (QS: An-Nisa’:116).

Perbuatan syirik divonis sesat karena telah menyalahi tauhid kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Sepatutnya, pemahaman tauhid yang benar adalah hanya Allah-lah yang berhak disembah dan dimohon pertolongan, sebagaimana firman-Nya, “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” (QS: al-Fatihah: 5). Begitu pula, meyakini hanya Allah lah yang dapat mendatang manfaat dan menolak bala.  Tidak seorangpun yang mampu mendatangkan manfaat dan menolak bala, termasuk Nabi saw. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, “Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak punya kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudharat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah..” (QS: Al-A’raf: 188).

Begitu pula termasuk perbuatan syirik yaitu orang-orang yang mengaku dirinya mengetahui hal-hal yang ghaib seperti peramal, dukun, tukang tenung/sihir dan lainnya. Sebab, Tauhid mengajarkan hanya Allah-lah yang mengetahui persoalan yang ghaib, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala, “Katakanlah (hai Muhammad) tidak ada seorang pun yang ada di langit dan di bumi mengetahui perkara ghaib kecuali Allah saja.” (An-Naml: 65). Allah juga berfirman, “(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu, kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya.” (AQS: l-Jin: 26-27).

Selain itu, perbuatan bid’ah pun ikut merajalela di tengah masyarakat akibat tidak memahami cara ibadah yang benar yakni sesuai dengan Sunnah (petunjuk) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam. Padahal bid’ah temasuk dosa besar dan dikecam dalam agama, bahkan divonis sesat oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam sesuai dengan sabda beliau saw, “Jauhilah oleh kamu perkara-perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena sesungguhnya setiap perkara yang diada-adakan itu adalah bid’ah. Dan sesungguhnya setiap bid’ah itu adalah kesesatan.” (HR. Abu Daud dan at-Tirmizi).
 Dalam riwayat yang lain, “Seburuk-buruk urusan adalah yang diada-adakan dalam agama, dan setiap yang diada-adakan dalam agama itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan itu masuk kedalam neraka” (HR Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah). Celakanya lagi, ibadah yang dikerjakan tanpa petunjuk Rasullah saw tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu Wata’ala, sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam,“Barangsiapa yang mengerjakan suatu amal ibadah yang tidak berdasarkan petunjuk kami, maka amalnya ditolak.” (HR. Muslim).

Ilmu Syar’i Penangkal Kesesatan


Obat kebodohan adalah ilmu. Untuk menangkal ajaran sesat, maka perlu ilmu (pemahaman) yang baik dan benar tentang syariat Islam dengan cara mempelajari ilmu syar’i (agama) dari para ulama sesuai dengan perintah Allah Subhanahu Wata’ala, “...Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.” (QS: An-Nahl: 43 dan al-Anbiya: 7).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam  bersabda, “..Dan sesungguhnya para ulama itu adalah pewaris para nabi..”. (H.R. Abu Daud dan at-Tirmizi). Para Nabi tidak mewariskan harta, namun ilmu syar’i. Inilah warisan yang paling agung dan berharga di dunia ini.
Ilmu syar’i adalah ilmu yang diturunkan oleh Allah kepada Rasul-Nya berupa keterangan dan petunjuk. Dengan ungkapan lain, ilmu syar’i adalah ilmu yang digunakan untuk memahami syariat Islam. Yang termasuk ilmu syar’i yaitu ilmu tauhid, akidah, fikih, ushul fiqh, maqashid as-syariah, tafsir, hadits, akhlak, bahasa Arab dan ilmu lainnya yang digunakan sebagai alat untuk memahami al-Quran dan As-Sunnah. Ilmu inilah yang wajib dipelajari oleh setiap muslim dan dipuji pemiliknya dalam al-Qur’an dan as-Sunnah.

Mengamalkan al-Quran dan as-Sunnah adalah syarat mutlak untuk mencapai kebahagian dan keselamatan di dunia dan di akhirat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam bersabda, “Aku tinggalkan kepada kamu sekalian dua hal, jika kamu berpegang teguh kepada keduanya niscaya kamu tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu al-Quran dan Sunnah Rasul saw.” (HR. At-Tirmizi).

 Untuk memahami dan mengamalkan ajaran al-Quran dan Sunnah Rasul saw dengan benar maka diperlukan seperangkat ilmu-ilmu syariat atau ilmu-ilmu syar’i tersebut.
Ilmu syar’i berperan untuk menangkal berbagai penyimpangan dalam agama seperti ajaran sesat, syirik, bid’ah dan khurafat. Sebab, dengan ilmu syar’i kita dapat memahami syari’at Islam dengan benar sesuai dengan petunjuk Al-Quran dan As-Sunnah. Dengan ilmu syar’i kita dapat bertauhid kepada Allah dengan benar dan mengetahui akidah yang benar. Begitu pula dengan ilmu syar’i kita dapat mengetahui hal-hal yang dapat membatalkan tauhid dan keimanan kita. Tanpa ilmu, seseorang akan mudah terjerumus ke dalam kesesatan.

Selain itu, dengan ilmu syar’i kita dapat beribadah dengan benar yaitu sesuai dengan sunnah (petunjuk) Rasul saw sehingga ibadah kita diterima. Fudhail bin ‘Iyadh berkata, “Sesungguhnya amal yang dikerjakan dengan ikhlas tapi tidak benar tidak akan diterima, begitu pula jika amal itu benar namun tidak ikhlas (juga tidak diterima). Suatu amal baru akan diterima bila dikerjakan dengan ikhlas dan benar. Ikhlas itu berarti mengerjakan suatu amal hanya  karena Allah, dan benar itu berarti sesuai dengan Sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi Wassalam.”

Bahkan, untuk berdakwah sekalipun kita wajib berilmu. Berdakwah tanpa ilmu sama saja menebar kesesatan di tengah masyarakat. Maka, ilmu syar’i menjadi syarat  utama bagi seorang da’i untuk berdakwah agar dakwahnya benar dan diterima, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala, “Katakanlah, inilah jalanku yang lurus, aku mengajak menusia kepada Allah atas dasar ilmu yang aku lakukan beserta pengikutku...” (QS: Yusuf: 108).

Oleh karena itu, kebutuhan manusia terhadap ilmu syar’i sangat mendesak, sama halnya seperti kebutuhan manusia terhadap makanan dan minuman. Tanpa makan dan minum, manusia tidak dapat hidup. Begitu pula dengan ilmu syar’i. Tanpa ilmu syar’i manusia tidak dapat membedakan mana yang benar dan yang salah, yang petunjuk dan yang sesat serta yang diperintah dan yang dilarang. Maka, ilmu itu adalah cahaya. Maknanya, ilmu itu petunjuk dan penerang hidup manusia, baik urusan dunia maupun akhirat, agar tidak tersesat.

Penulis adalah Dosen Fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry, kandidat doktor (Ph.D) Fiqh dan & Ushul Fiqh, International Islamic University Malaysia (IIUM)

Sumber : Hidayatullah.com

Posted By : PKS Beringin DS 

Turki dan Mesir Gagas Terbentuknya "Timur Tengah Baru"







Menlu Turki, Ahmad Daud Oglo mengatakan, bahwa dalam waktu dekat ini dunia akan melihat terbentuknya "Organisasi Kerjasama Strategis Tingkat Tinggi" antara Mesir dan Turki, tujuannya tidak lain adalah untuk mempererat hubungan antara Turki dan Mesir.

Hal ini disampaikan oleh Oglo dalam jumpa pers yang ia adakan usai bertemu dengan PM. Mesir, Hisam Qandil di Kairo, Senin (17/9) kemarin.
Oglo menjelaskan lebih lanjut bahwa organisasi ini akan mempererat hubungan strategis dalam berbagai bidang, seperti politik, militer dan ekonomi.

Kedepan menurut Oglo, untuk merealisasikan ini semua, Turki akan mendatangkan PM. Turki, Rajab Thayyib Erdogan dan para bisnismen Turki yang jumlahnya lebih dari 100 orang ke Kairo.
Ia kemudian menegaskan, bahwa kerjasama antara Turki dan Mesir ini nantinya akan membentuk wilayah baru dengan apa yang disebut sebagai "Timur Tengah Baru".
Pemerintah Turki pada pertengahan Oktober nanti dikabarkan akan mengundang Presiden Mesir, Muhammad Mursi untuk melakukan kunjungan balasan ke Ankara, Turki.
Menteri luar negeri Turki ini kemudian mengatakan bahwa pemerintahnya telah menyediakan pinjaman untuk Mesir sebesar $ 2 miliar dalam rangka membangun kepercayaan dalam perekonomian Mesir.

Sedangkan dari pihak Mesir, PM. Mesir dengan 12 menterinya dalam waktu dekat ini akan melakukan kunjungan ke Turki guna bertukar pengalaman dan melakukan berbagai kesepakatan untuk menyukseskan kerjasama dan mempererat hubungan kedua negara. (islamtoday)

Posted By: PKS Beringin DS

Banyak Pihak Khawatir Jika PKS Menang

 
 Islamedia - Ketua Departemen Riset dan Perkembangan DPP PKS Dono Pratomo mengatakan banyak pihak yang khawatir jika PKS menang. Oleh karena itu mereka menginginkan PKS turun perolehan suaranya. Hal ini dikatakannya ketika memberikan materi pada acara Workshop Nasional Pemenangan Pemilu 2014 yang diadakan oleh DPW PKS Kepulauan Riau.

" Banyak pihak khawatir jika PKS Menang. Untuk itu mereka berupaya agar perolehan suara PKS menurun," ujarnya di Hotel The Hills Batam, Sabtu (22/9).

Menurut dia kader-kader PKS harus bersyukur terhadap nikmat yang telah banyak Allah berikan. Tahun 2009 Allah berikan nikmat dengan memperoleh suara di DPR kemudian disyukuri sehingga Allah tambah lagi nikmatnya dengan perolehan suara yang terus meningkat di tahun 2004 dan 2009.

" Jika saat ini ada dekonstruksi terhadap partai-partai Islam terutama PKS untuk itu PKS tidak perlu gentar. Maju terus pantang mundur," ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa kader-kader PKS harus serius mendukung kader terbaik PKS untuk maju sebagai calon Presiden yang akan datang.

" Bukan saatnya lagi kita (PKS-red) sebagai partai yang sudah menetapkan tiga besar malu-malu untuk mengatakan bahwa kita punya capres dari kader inti kita," katanya.

Dia mengatakan kalau Partai Gerindra saja yang bukan tiga besar dan empat besar bukan dari sekarang tapi sejak dulu sudah mengajukan Prabowo sebagai calon presidennya.

" Kalau namanya Fadjroel Rahman yang tidak punya partai saja serius untuk mecapreskan diri, apalagi PKS," ujarnya.

Menurut dia, ketika PKS telah menetapkan visi sebagai sebuah partai yang kokoh, maka sudah saatnya PKS siap untuk memimpin bangsa ini.

Sebelumnya Agung Yulianto Ketua Departemen Inthikhobi (Pemenangan Pemilu) Wilayah Dakwah Sumatera mengatakan bahwa PKS pernah menjadi barometer pada pemilu 2004. Saat ini perubahan berjalan begitu cepat.



" Kita lihat Nokia yang sudah merosot karena karyawan-karyawannya dilarang pake produk lain selain Nokia sehingga mereka tidak mengetahui perkembangan," ujarnya.

Oleh karena itu tambah Agung kader-kader PKS jangan kehilangan aktifitas, inovasi dalam memahami lingkungan.

" Kader PKS harus dinamis, kreatifitas harus luar biasa. Kreatitas jadi hal penting untuk kita maju," katanya.

Dia mengatakan kader PKS harus memiliki "passion". "passion" PKS adalah bekerja dan bekerja hingga Allah memberikan kemenangan.

" PKS membutuhkan "passion". "passion" kita adalah bekerja saja dan nanti Allah akan berikan kemenangan. Era kekerasan akan berakhir. Kita lihat Husni Mubarok di Mesir telah tumbang," katanya.
Sumber : Islamedia
 
 
Posted By : PKS Beringin DS

Koran ABC Spanyol: Islam Sudah Menguasai Setengah Dunia




Koran harian ABC terbitan Spanyol memberitakan, bahwa gelombang kemarahan yang meledak di dunia Arab dan negari-negari muslim menunjukkan bahwa Islam telah menyebar menguasai sebagian besar wilayah dunia.

Dalam situsnya, ABC menaikkan tulisan berjudul "Umat Islam sudah menguasai setengah dunia.". Dijelaskan dalam artikel tersebut, bagaimana dunia saat ini menyaksikan gelombang protes terhadap film buatan Amerika-Israel yang menghina Rasulullah Saw. dan Islam.
Aksi protes yang merata ini mengabarkan kepada dunia bagaimana penyebaran umat Islam sudah sangat luas. Dan ini diperkirakan dapat membuat Islamophobia menjadi meningkat di beberapa negara barat dikarenakan ketakutan meluasnya penyebaran Islam.

Dijelaskan pula dalam artikel tersebut bahwa kunjungan Paus Benedektus XVI ke Lebanon ternyata tidak memberikan efek apapun terhadap gelombang protes terhadap film kontroversial itu di Timur Tengah. Paus datang ke Lebanon dalam rangka kampanye tentang pentingnya hidup damai antara umat Kristiani dan Muslim. (alamatonline)

Posted By : PKS Beringin DS

 

"Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Sebelumnya Meminta Maaf, Apabila ada Kesalahan dan Kekhilafan dalam Menyajikan Informasi Serta terdapat Link-Link yang belum Aktif". Jazzaakallah Khairan Katsiran, Assalamu'alaikum Wr, Wb. ^_^

Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates