Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Blog Resmi DPC PKS Beringin Deli Serdang - Provinsi Sumatera Utara. www.pks-beringin.blogspot.com. Jika ada pertanyaan dan saran harap di kirimkan ke Email DPC PKS Beringin di.. pks.beringin.deliserdang@gmail.com

Jumat, 10 Mei 2013

Jumat, 10 Mei 2013

Skenario Penjegalan untuk kemenangan PKS di Pemilu 2014


Munculnya kasus suap impor daging di Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) yang menimpa Partai Keadilan Sejahtera (PKS), seakan menjadi bulan-bulanan media untuk memberitakan kasus yang membelit partai tersebut.
Hal itu terjadi karena mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, menjadi tersangka dalam kasus tersebut, bersama Ahmad Fathanah (AF) yang diduga sebagai teman dekat Luthfi.
Terlebih, setelah berjalannya penyelidikan kasus ini, sejumlah wanita cantik muncul di balik kasus tersebut dan terkait dengan Ahmad Fathanah. Alhasil citra PKS yang selama ini terkenal bersih, santun dan jauh dari kesan begajulan, kini secara liar citra itu terbantahkan.
Namun, yang menjadi pertanyaan banyak pihak adalah, kenapa hanya persoalan suap impor daging ini seakan menjadi fokus penegak hukum, terutama bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedangkan kasus lainnya seperti bailout Bank Century, kasus Hambalang, dan berbagai kasus lainnya yang bersinggungan dengan penguasa seperti jalan di tempat.
Dari berbagai sumber yang dikumpulkan Sindonews, muncul skenario besar terkait kasus impor daging ini untuk menjegal PKS di Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. Adanya dugaan itu, didasarkan alur dan jalannya kasus impor daging ini.
"PKS ada skenario dari kalangan eksternal yang ingin menjatuhkan PKS. Skenario untuk menjatuhkan PKS terlihat justru dari kejanggalan pemeriksaan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," kata Direktur Eksekutif Center for Indonesian Reform (CIR), Sapto Waluyo dalam rilisnya yang diterima Sindonews beberapa waktu lalu
Menurutnya, mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) tidak tertangkap tangan menerima suap, tapi datang sendiri ke kantor KPK dengan sukarela. Sebenarnya, Luthfi bisa bilang akan datang besok paginya, karena malam itu memang tak ada pemeriksaan, hanya ditanya identitas dan kondisi kesehatan.
Selain itu, terkait hari ini Jumat (10/5/2013), akan diperiksanya Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin, semakin mempertajam analisis bahwa partai ini sedang masuk dalam  desain penjegalan di Pemilu 2014.
Pasalnya, bukan tidak mungkin, Hilmi bisa dijadikan tersangka dalam kasus ini, jika saja KPK menemukan atau sengaja merancang dan memenuhi pesanan pihak eksternal KPK, untuk mentersangkakan Hilmi.
Jika benar Hilmi jadi tersangka, maka kredibilitas dan masa depan PKS akan berada di ujung tanduk. Ditambah lagi, KPK akan memeriksa Presiden PKS Anis Matta, pada Senin 13 Mei 2013 mendatang. Perkiraan ini tentunya bukan tanpa alasan, karena cukup dengan mata telanjang saja, publik bisa membaca dengan terang-benderang.
Politikus PKS Nasir Djamil mengatakan, pihaknya tak akan mengabiskan energi hanya untuk mengurusi Ahmad Fathanah, meskipun orang tersebut terus saja membawa nama PKS dalam sepak terjangnya. "Jangan-jangan ini malah bagian dari skenario untuk mengacaukan konsentrasi PKS menjelang Pemilu 2014," ujar Nasir menduga ketika dihubungi Sindonews, Selasa 7 Mei 2013.
Dugaan itu tentu saja muncul, karena penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus ini terkesan berlebihan. Apalagi mengurusi kasus-kasus yang nilainya kecil. "KPK terus saja sibuk mengurus kasus yang nilainya Rp20 juta, Rp70 juta, lama-lama Rp1 juta juga diurus," kritiknya.
 
Sumber : PKS PIYUNGAN
Diposkan kembali oleh:
DPC PKS BERINGIN DS
                       CINTA, KERJA & HARMONI
 
 

Mari ! Bertaman wisata Bersama KPK



Oleh: M. Hatta Taliwang

KPK itu seperti Kereta Api di Kebon Binatang. Kita diajak muter-muter dari satu pemandangan ke pemandangan yang lain. Mengasyikkan dan indah indah.
Kadang kita ketemu gajah tapi cuma belalainya yang tersentuh. Sebelum sempat kita tunggang tahu-tahu kita diperlihatkan ke Singa yang sedang sakit tapi matanya tetap awas.
Tidak lama kemudian kita diperlihatkan kelinci yang lucu dan cantik cantik. Ada yg bernama Ayu ada yang bernama Angel dan yang lebih sexy konon bernama Vita. Pada episode ini banyak kawan saya yang betah berjam jam omongin soal Si Vita nan molek dan sexy.
Banyak yang cemburu bercampur kagum pada pada AF ini. Bagaimana dan darimana ilmunya dia bisa "merekrut" begitu banyak kelinci kelinci cantik dan molek itu? Mungkin setelah keluar penjara AF akan kebanjiran order dan yg mau kursus bagaimana "beternak kelinci" agar sukses. Bagaimana memberi makan kelinci dengan Chopard atau Jazz.
Ditengah keasyikan itu kita lupa pada  TUJUAN KERETA KPK.  Kita lupa bahwa banyak muatan kereta yang belum diperiksa dengan tuntas. Ada Century yang timnya konon tamasya  sampai Washington, ada BLBI yang tinggal eksekusi, ada Hambalang yang mulai nyrempet ke Istana, ada misteri besar dibalik kasus Antasari, ada ratusan triliun kasus SDA yg dilaporkan Marwan Batubara dkk yg belum disentuh. Nanti tahu tahu kita diajak tamasya lagi. Entah siapa lagi yang tertangkap basah urusan tetek bengek yang akan jadi korban dipermalukan.
KPK bisa tidak menghitung "kerugian moril" akibat menghukum orang baik seperti Prof Rohmin Dahuri atau Bachtiar Chamzah hanya urusan secuil itu? Padahal Boediono yang terlibat dosa dosa besar dalam kebijakan Century dan BLBI yang harus menjadi beban rakyat puluhan triliun selama puluhan  tahun anda biarkan berjaya?
KPK hentikanlah  rekreasi yang konyol itu. Fokuslah membawa KERETA KEADILAN itu menuju pencapaian yang bisa membanggakan. Bukan menjadi cemoohan yang akan berujung tragis bagi bangsa ini.  ***
 
Sumber : PKS PIYUNGAN
Diposkan kembali oleh:
DPC PKS BERINGIN DS
                       CINTA, KERJA & HARMONI
 

Selasa, 19 Maret 2013

Selasa, 19 Maret 2013

Kalau Mau Besar, PKS Harus Mau Belajar dari Partai 'Yang ini'

Oleh : Fajar Muhammad Hasan

Banyak pengamat mengatakan bahwa partai kader di Indonesia hanya ada 2: PKS dan Golkar. Namun nasib PKS tidak sama dengan Golkar.  PKS dapat suara 8%-an sedangkan Golkar sekitar 20%-an. Kalau begitu mengapa PKS tidak belajar dari Golkar agar bisa besar? Tentu saja ada perbedaan tradisi, kebiasaan dsb. Hal-hal yang mungkin bisa diterapkan, maka langsung saja diterapkan. Sedangkan yang perlu modifikasi ya dimodifikasi sesuai dengan karakter PKS. Jika ada yang tidak sesuai silakan dibuang. Toh sejak awal kan memang ada perbedaan dalam garis partai.
Pencatatan Kader
Salah satu ciri partai kader adalah tercatat dan seluruh kader Golkar tercatat dan terpantau. Setiap kader Golkar tercatat dalam sebuah buku Induk yang selalu dibawa oleh kader penggerak yang berada pada setiap kelurahan/desa. Selain data tersebut juga ada salinannya di kecamatan dan Kabupaten/Kota.
Pengelolaan Kader
Setiap penggerak kelurahan/desa akan mendatangi setiap kader yang tercatat setiap 2 minggu sekali. Penggerak kelurahan akan mendapat ‘uang saku’ Rp5000 setiap kali kunjungan ke seorang kader. Dalam proses kunjungan penggerak akan membawa beberapa hal: isu terbaru partai, penyerapan aspirasi dan motivasi agar tetap komitmen kepada partai. Kadang-kadang bicara jenjang karir yaitu menjadi caleg tingkat II jika sang kader memenuhi persyaratan seperti biaya kampanye, ketokohan dsb.
Kalau bicara biaya memang cukup mahal, tetapi selalu ada yang memberi suntikan dana: Capres, Cagub, Cabub/Cawali serta Caleg atau mereka yang sedang mendapat job baik sebagai pejabat publik atau rekanan pengusaha yang mendapat kebaikan dari pejabat publik asal Golkar.
Menggerakkan Kader
Disebut penggerak karena dia bisa menggerakkan kader-kader agar melakukan sesuatu. Dalam event Pilkada/Pileg/Pilpres, penggerak tingkat desa/kelurahan akan cukup sibuk memotivasi dan mengkoordinasi kader-kader di desa/kelurahannya dalam membagi kaos, kampanye, membagi stiker, pasang spanduk/baliho dsb. Memang setiap pekerjaan ada ‘harga’nya. Namun yang ditekankan adalah bagaimana kader2 yang paling ujung yaitu yang langsung bersentuhan dengan masyarakat itu bisa efektif untuk mempengaruhi masyarakat.
Sedikit tentang PKS
Setahu saya, pendukung PKS itu terdiri dari beberapa lapis/kelompok:
1. Kelompok kader yang ikut liko
2. Kelompok kader yang tidak ikut liko
3. Lovers yang tidak terikat dengan PKS
4. Swing voters
Kelompok pertama, kader yang ikut liko tidak perlu lagi diragukan. Saya yakin PKS sebagai partai kader punya mekanisme tersendiri.
Kelompok kedua, Kalau membaca berita akhir-akhir ini ada banyak orang yang mendaftarkan diri menjadi anggota PKS. Bisa jadi diantara mereka ada yang langsung masuk liko-an, tetapi ada juga yang memang hanya ingin menjadi anggota tanpa ikut liko-nya.
Kalau anggota yang ikut liko wajar saja mereka bisa bertemu setiap minggu, ada motivasi dsb. Bagaimana dengan anggota yang tidak ikut liko ? Kalau pihak PKS tidak memikirkan sarana komunikasi yang efektif bagi mereka, saya khawatir program merekrut menjadi tidak seimbang dengan program pengelolaan kadernya. Karena itu saya menyarankan, –belajar dari Golkar– untuk anggota yang tidak ikut liko ada jadwal rutin dua minggu sekali atau berapa frekuensinya suatu pertemuan antara pengurus PKS desa/kelurahan dengan kader baru yang punya KTA. Mendapatkan kader baru memang suatu progress tetapi jika tanpa adanya pengelolaan ibarat monyet menangkap belalalang. Belalang disimpan di ketek, ketika akan menangkap belalang berikutnya belalang yang diketek justru melompat. Jangan sampai kader2 baru PKS merasa lebih diperhatikan oleh partai lain daripada PKS, karena hal itu justru merugikan PKS.
Kelompok ketiga, Banyak dan sangat banyak orang-orang yang mendukung PKS tanpa pengurus PKS ketahui. Paling-paling yang diketahui yang sering menulis seperti saya. Mereka tidak terikat dengan ikatan apapun dengan PKS. Kelompok ini hanya berharap Indonesia menjadi baik dan sejahtera dibawah pengelolaan PKS. Kita percaya betul. Yang diharapkan hanya profesionalisme dan moralitas PKS yang terjaga. Kelompok inipun juga masih terbagi kepada 2 sub kelompok. Kelompok pertama adalah yang mengerti tentang PKS. Mereka percaya karena mengerti sepak terjang PKS. Sedang kelompok kedua adalah yang menaruh kepercayaan kepada PKS karena terpaksa. Tidak ada pilihan terhadap partai lain. Mengharapkan ada partai baru sebaik PKS juga hampir mustahil. Golput juga bukan solusi.
Karena itu hendaknya PKS menjaga moralitas dan profesionalismenya. Jangan pupuskan harapan kelompok ini. Sedangkan bagi yang mendukung PKS karena terpaksa, PKS bisa lebih banyak memberikan penerangan dalam bentuk konsep, berita kiprah PKS.
Sedikit kritik kepada sebagian kader yang aktif menulis adalah kalau ada orang yang mendukung PKS langsung dianggap kader dan yang mengkritik langsung dianggap hater. Padahal bisa saja dukungan itu murni karena sesuai nurani dan kritik itu untuk kebaikan PKS dan akhirnya untuk kebaikan Indonesia juga.
Kelompok keempat. Kelompok ini hanya kadang-kadang mendukung PKS. Atau bisa dikatakan pendukung insidentil. Celakanya jika pas pemilu mereka tidak mendukung karena suatu hal. Saya melihat faktor2 emosi dan gelombang pemberitaan akan sangat mempengaruhi pandangan mereka. Untuk kelompok ini memang PKS harus sering2 menunjukkan kinerja. Mungkin pemberitaan2 yang positif harus diperbanyak agar ada alternatif berita. Tidak setiap kritik harus disikapi dengan tegang, diskusikan dengan baik apa yang jadi masalah dan apa solusinya.
Jika ada kelompok kelima, pasti itu bukan pendukung. Memang ada saja orang-orang yang usil. Saran saya jangan ditanggapi dengan tegang. Bahkan saya sendiri kadang meragukan, yang membela PKS dengan kata2 kasar itu sebenarnya siapa ?  Kalau teman2 kader PKS menanggapi dengan kurang tepat saya khawatir akan mempengaruhi sikap kelompok keempat bahkan kelompok ketiga yang terpaksa. []
 
Sumber : PKS Piyungan
 
Posted By : PKS Beringin DS

Senin, 11 Maret 2013

Senin, 11 Maret 2013

Tiga Cerita Sejarah, Modal Mengukir Sejarah Kemenangan

Muhammad Anis Matta, Lcdakwatuna.com - Jika kita ingin mengukir cerita sejarah kita, cobalah berimanijinasi, menghayal. Hayalkan semua cerita yang akan kita wariskan kepada anak-anak kita, cucu-cucu kita, kepada orang yang datang sesudah kita. Mungkinkah cerita itu suatu waktu akan menjadi tema khutbah generasi yang akan datang? Mungkinkah cerita itu akan menjadi catatan sejarah yang akan dibaca oleh puluhan tahun generasi yang akan datang? Itulah cerita yang harus kita buat, cerita yang akan menjadi kenangan, dan sekaligus menjadi amal yang akan mengantarkan kita masuk surga.
Untuk itu, mari kita kenang tiga cerita sejarah ini
1. Cerita Ain JalutJengis Khan telah membunuh 3 juta orang dalam kurun waktu sekitar 20 tahun. Dia bukan hanya membunuh 3 juta orang, tapi juga membumi-hanguskan tumbuhan dan binatang. Salah satu strategi perangnya adalah mengirimkan ketakutan kepada musuhnya sebelum ia sampai kepada musuhnya. Karena itulah dia membasmi semua yang ditemui di depannya. Termasuk di antaranya adalah membakar seluruh perpustakaan yang ada di Baghdag, Jengis Khan akhirnya menaklukkan Baghdad. Bayangkan bagaimana pada suatu hari ketika Jengis Khan ada di baghdad, seorang wanita Tartar mengumpulkan 100 laki-laki muslim dan berkata, “Hai kalian laki-laki! Tundukkan kepala kalian!” kemudian perempuan menyembelih satu persatu laki-laki itu, dan tidak satupun yang melawan. Tahukah kalian berapa orang yang dibunuh Jengis Khan di Bagdhad? 80 ribu orang! Sampai-sampai muncul mitos di dunia Islam, khususnya di Syiria, Damaskus yang mengatakan “Kalau pasukan Tartar itu datang jangan dilawan, biarkan dia mengambil apa yang dia mau.”
Di sebuah tempat yang dilalui oleh Jengis Khan, ada sebuah kerajaan yang bernama kerajaan Khawarizim, kerajaan ini juga dihancurkan oleh Jengis Khan, seluruh raja-rajanya dibantai. Tapi ada seorang anak yang merupakan keponakan raja yang selamat dari pembantaian itu, dibawa lari oleh pembantu bersama putri raja, saudara sepupu. Kemudian di tengah perjalanan diculik, dibawa ke India. Dalam perjalanan diculik lagi dan dijual sebagai budak, terus-menerus dijual sebagai budak dan berpindah-pindah tempat hingga akhirnya dia sampai ke Damaskus. Begitu sampai ke Damaskus dia diterima oleh seorang pengusaha dan pengusaha ini mempunyai majelis ilmu. Pengajar di majelis ilmu itu adalah seorang ulama besar dalam bidang fiqh. Setelah ia mendapatkan pendidikan yang baik, budak ini kemudian disisipkan masuk ke Mesir, lalu dia menjadi tentara mesir. lalu kemudian di tengah jalan, rajanya meninggal dan pengganti rajanya ini adalah seorang anak kecil yang berumur 7 tahun. Lalu akhirnya yang memimpin kerajaan itu adalah seorang perempuan yang bernama Syajaratu Dur. Tapi kerajaan mengalami bencana, sedang Mesir adalah kota terakhir yang akan diambil-alih oleh Tartar. Dalam kacau seperti itulah akhirnya terjadi pembunuhan di istana, dan Syajaratu Dur dibunuh. Kemudian muncullah lelaki budak ini memimpin Mesir, periode inilah yang disebut sebagai zaman budak-budak. Siapa nama budak ini? Namanya Al-Muzaffar Qutuz, laki-laki inilah yang kemudian menyiapkan Mesir untuk melawan dan menghentikan seluruh ekspansi Tartar. Penghentian ekspansi Tartar itu terjadi dalam sebuah pertempuran besar yang bernama Ain Jalut.
Pertempuran itulah yang selanjutnya yang mengubah sejarah cucu-cucu Jengis Khan, karena sejak kekalahan itu cucu-cucu Jengis Khan akhirnya masuk Islam dan mereka berbalik menyebarkan Islam ke Asia Tengah sampai ke Asia Selatan. Sisa-sisa cucu Jengis Khan yang paling terakhir yang mendirikan kerajaan Mughal di India yang kemudian menciptakan Taj Mahal, kerajaan yang berumur 200 tahun.
Sebuah perlawanan yang menghentikan penjajahan, kemudian membalikkan penjajah itu menjadi muslim dan kembali menjadi pembangkit Islam. Itulah peristiwa Ain Jalut. Sejarah itu catatan tentang pembalikan situasi.
2. Cerita di Hittin
Perang salib telah berlangsung selama 200 tahun dan terjadi dalam 8 gelombang. Selama 7 gelombang kaum muslimin menderita kekalahan, sampai datang Shalahuddin Al-Ayyubi.
3. Cerita Pembebasan Konstantinopel
Seorang anak muda diangkat menjadi khalifah pada umur 16 tahun dan para senior di kerajaan itu meremehkan anak muda ini. Apa yang bisa dilakukan anak muda ini? Para senior dan sesepuh di kerajaan tidak percaya dengan kemampuan anak muda yang berumur 16 tahun. Ketika terjadi guncangan, dia gagal. Ia sempat mengembalikan kerajaan kepada ayahnya, tapi kemudian diberikan kembali. Akhirnya dia mulai berpikir, ada satu cara untuk membuat para senior di kerajaan ini bisa percaya padanya. Lakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan mereka. Seorang penyair Arab berkata, “Walaupun aku adalah generasi yang datang paling ujung, aku akan melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh para pendahulu.” Apa yang tidak bisa dilakukan oleh orang terdahulu? Membebaskan Konstantinopel. Sudah 700 tahun Rasulullah memberikan janji bahwa itu akan dibebaskan, dan sejak khalifah Utsman kaum muslimin sudah berusaha untuk sampai ke sana, tapi tidak satu pun yang pernah sampai. Sampai datang anak muda ini yang ingin membuat cerita sejarah, cerita yang akan dikenang. Anak muda itu adalah penakluk Konstantinopel, Muhammad Al-Fatih.
Saudara sekalian, kita harus menjadi penghayal besar yang ingin menulis cerita sejarah kehidupan. Jangan pernah membiarkan orang lain menulis cerita kehidupan kita. Jangan pernah membiarkan orang lain melakukan sesuatu yang membuat mereka menentukan masa depan kita. Tidak boleh ada orang yang menentukan masa depan kita! Kitalah yang bertanggung jawab untuk menulis cerita dan masa depan kita sendiri. Cobalah bayangkan bahwa anak dan cucu kita membaca sejarah perjuangan politik Islam di Indonesia dan menemukan nama kita dalam sejarah itu. Bisakah kita membayangkan sebelum kita wafat, sebelum kita mengucapkan dua kalimat syahadat yang terakhir, kita hanya ingin menyampaikan doa yang sederhana kepada Allah “Ya Allah, jika di tahun 2014 itu adalah amal besar yang telah kulakukan, sepenuhnya ikhlas hanya untuk-Mu, maka jadikanlah amal itu menjadi pengantar aku masuk ke surga.” Bisakah kita membuat cerita seperti itu? Bisa!!!!

Sumber : dakwatuna.com

Posted By: PKS Beringin DS

Adakah yang masiih meragukan Allah Itu Ada

Islamedia - Pada Bulan Rabi’ul Awal 7 Hijriah, Nabi melakukan perjalanan bersama pasukannya menuju daerah Najd dalam sebuah peperangan. Setelah dua hari perjalanan, beliau tiba dan beristirahat di Nakhl, tidak jauh dari Ghathafan.

Kebanyakan anggota pasukan tersebut berjalan kaki sehingga banyak di antara mereka kakinya pecah-pecah dan melepuh, ada juga yang kukunya terkelupas.

Mereka membalut kaki-kaki mereka dengan kain-kain perca, karena itulah peperangan itu diberi nama Dzatur Riqa’ (yang ada tambalannya), dan tempat mereka singgah diberi nama yang sama, Dzatur Riqa’.
Saat itulah salah seorang musyrikin bernama Ghaurats bin Harits (Dutsur), berasal dari Bani Muharib (suku Badui), berniat membunuh Nabi SAW.

Ia berhasil menyelinap di perkemahan kaum muslim, dan melihat Nabi SAW sedang tertidur di bawah pohon, sedangkan pedang beliau tergantung di salah satu ranting pohon tersebut. Ghaurats mengambil pedang itu, lalu mengacungkan kepada beliau sambil menghardik, “Wahai Muhammad, tidakkah engkau takut kepadaku?”

Nabi SAW segera terbangun dan berkata dengan tenang, “Tidak!”
“Siapakah yang akan menghalangiku untuk membunuhmu?” Tanya Ghaurats lagi.
“Allah!” Kata Nabi SAW.

Mendengar kata Allah yang terlontar dari bibir Rasulullah SAW itu, tiba-tiba tubuhnya serasa lumpuh dan pedang itu terlepas dari tangannya, ia jatuh terduduk.

Nabi segera mengambil pedang itu dan mengacungkannya kepada Ghaurats, dan balik bertanya, “Siapa yang bisa menghalangiku untuk membunuhmu?”

Dengan gugup dan wajah pucat, Dutsur berkata, “Tidak ada!”
“Jadilah engkau orang yang sebaik-baiknya menjatuhkan hukuman!” ujarnya pasrah tak berdaya, siap menerima hukuman apapun yang akan dijatuhkan Nabi kepadanya.

Nabi SAW tersenyum mendengar jawabannya itu, dan berkata, “Kalau begitu bersaksilah engkau bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah.”

“Tidak,” kata Ghaurats masih membangkang. “Tetapi aku berjanji kepadamu untuk tidak memusuhimu, dan tidak akan bergabung dengan orang-orang yang memusuhimu!”

Memang tidak ada paksaan dalam memeluk Islam, hidayah adalah hak mutlak Allah, terserah Allah kepada siapa akan diberikan. Nabi tidak memaksa Ghaurats, beliau lalu memaafkan dan melepaskannya.

Ketika tiba kembali di antara kaumnya, Ghaurats berkata, “Aku baru saja kembali dari sebaik-baiknya orang di dunia ini!” Dia pun lalu memeluk agama Islam.

Teladan seperti contoh di atas telah sering diberikan Nabi. Kejahatan tidak perlu dibalas dengan kejahatan, fitnah tidak perlu dibalas fitnah, pengkianatan tidak perlu dibalas dengan pengkhianatan.

Karena dalam kenyataannya, hal itu tidak menyelesaikan masalah, tetapi malah memperburuk suasana, memperkeruh keadaan dan dendam tak berkesudahan.

Apakah yang kita cari dan tujuan hidup di dunia ini, selain kebahagiaan? Bermanfaatkah harta yang banyak, pangkat dan jabatan yang tinggi, gelar selangit jika semua itu tidak membuat kita bahagia?

Firman Allah QS 28:77, “Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagia mu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Dalam QS 17:7 Allah juga berfirman, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.” (QS 17:7)

Dalam Al Quran dengan tegas Allah mengatakan orang yang berbuat jahat, kejahatan itu, seperti bumerang, akan berbalik kepada pelakunya. Orang yang berbuat keburukan akan mengotori perasaan dan hatinya sendiri.
Ia selalu merasa tak tenang, merasa tak puas, tak nyaman, wajahnya suram dan penuh kedengkian. Ia selalu dihantui perasaan dan perbuatannya sendiri.

Dalam QS 55:60 secara singkat Allah lebih menegaskan, “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)”.

Dalam pepatah Minang dikatakan, jiko lai padi nan ditanam ndak mungkin ilalang nan tumbuah. Siapa yang menyebar angin, akan menuai badai, begitu bunyi istilah yang sempat populer beberapa waktu lalu.

Allah itu ada dan selalu bersama kita. Ia Maha Tahu dan Maha Bijaksana menilai dan membalas semua amal dan perbuatan yang kita lakukan, perbuatan yang baik maupun yang buruk. Tak ada satupun peristiwa yang di luar kendali dan pengamatan Allah.

Semoga kita menjadi hamba yang dicintai Allah, dalam ridho Allah serta bisa menikmati kebahagian dunia dalam arti sesungguhnya dan memperoleh pula kebahagiaan di akhirat kelak. Aamiin. (*)

Singgalang 1 Maret 2013

Oleh Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar
 
 
Diambil dari : Islamedia
 
Posted By : PKS Beringin DS

 

"Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Sebelumnya Meminta Maaf, Apabila ada Kesalahan dan Kekhilafan dalam Menyajikan Informasi Serta terdapat Link-Link yang belum Aktif". Jazzaakallah Khairan Katsiran, Assalamu'alaikum Wr, Wb. ^_^

Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates