Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Blog Resmi DPC PKS Beringin Deli Serdang - Provinsi Sumatera Utara. www.pks-beringin.blogspot.com. Jika ada pertanyaan dan saran harap di kirimkan ke Email DPC PKS Beringin di.. pks.beringin.deliserdang@gmail.com

Rabu, 29 Februari 2012

Rabu, 29 Februari 2012

Fiqh Aulawiyat dan Fiqh Muwazanat


Oleh : Cahyadi Takariawan


Seseorang sahabat bertanya melalui SMS kepada saya, bagaimanakah prinsip-prinsip menetapkan prioritas kegiatan ? Pertanyaan kecil ini mengingatkan saya kepada “kajian lama” tentang Fikih Prioritas dan Fikih Pertimbangan. Maka saya menemukan pula “buku lama” dan “catatan lama”, rasanya tetap aktual untuk dihadirkan dalam zaman kekinian.
Fiqh Aulawiyat (Fikih Prioritas), menurut Dr. Yusuf Qardhawi, adalah fikih “meletakkan segala sesuatu pada peringkatnya dengan adil, dari segi hukum nilai dan pelaksanaannya”. 
Sehingga sesuatu yang tidak penting tidak didahulukan atas sesuatu yang penting. 
Sesuatu yang penting tidak didahulukan atas sesuatu yang lebih penting. Sesuatu yang tidak kuat (marjuh) tidak didahulukan atas sesuatu yang kuat (rajih). Sesuatu yang biasa-biasa saja tidak didahulukan atas sesuatu yang utama atau paling utama.
Allah Ta’ala telah berfirman :
“Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu, dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu” (Ar Rahman: 7-9).
Sedangkan Fiqh Muwazanat (Fikih Pertimbangan) adalah fikih untuk memberikan pertimbangan untuk memilih (1) antara berbagai kemaslahatan dan manfaat dari berbagai kebaikan yang disyariatkan (2) antara berbagai bentuk kerusakan, madharat dan kejahatan yang dilarang agama (3) antara maslahat dan kerusakan, antara kebaikan dan kejelekan, apabila keduanya bertemu.
Pada akhirnya Fikih Pertimbangan memerlukan Fikih Prioritas, dan sebaliknya, karena keduanya memang berhubungan dengan erat.
PRINSIP-PRINSIP PENERAPAN FIKIH MUWAZANAT
Pertama, pertimbangan untuk memilih antara berbagai kemaslahatan
Kaidah yang digunakan untuk memilih antara berbagai kemaslahatan, adalah sebagai berikut:
Mendahulukan kepentingan yang sudah pasti atas kepentingan yang baru diduga adanya, atau baru diragukan.
Mendahulukan kepentingan yang besar atas kepentingan yang kecil.
Mendahulukan kepentingan jama’ah atas kepentingan pribadi.
Mendahulukan kepentingan yang banyak atas kepentingan yang sedikit.
Mendahulukan kepentingan yang berkesinambungan atas kepentingan sementara dan insidental.
Mendahulukan kepentingan inti dan fundamental atas kepentingan yang bersifat formalitas dan tidak penting.
Mendahulukan kepentingan masa depan yang kuat atas kepentingan kekinian yang lemah.
Kedua, pertimbangan untuk memilih antara berbagai kemudharatan
Kaidah yang digunakan untuk menentukan pilihan antara berbagai kemudharatan adalah sebagai berikut:
Tidak ada bahaya dan tidak boleh membahayakan.
Suatu bahaya sedapat mungkin harus disingkirkan.
Suatu bahaya tidak boleh disingkirkan dengan bahaya yang sepadan atau lebih besar.
Memilih bahaya atau keburukan yang lebih ringan dibandingkan bahaya atau keburukan lainnya.
Memilih menanggung bahaya yang lebih rendah untuk menolak bahaya yang lebih tinggi.
Memilih menanggung bahaya yang khusus untuk menolak bahaya yang lebih luas dan umum.
Ketiga, pertimbangan untuk memilih antara kemaslahatan dan kemudharatan apabila keduanya bertemu
Kaidah-kaidah penting untuk memilih antara kebaikan dan keburukan apabila keduanya bertemu adalah sebagai berikut:
Menolak kerusakan didahulukan atas mengambil kemanfaatan.
Kerusakan kecil ditolerir untuk memperoleh kemaslahatan yang lebih besar.
Kerusakan yang bersifat sementara ditolerir untuk kemaslahatan yang berkesinambungan.
Kemaslahatan yang sudah pasti tidak boleh ditinggalkan karena adanya kerusakan yang baru diduga adanya.
BAGAIMANA MENGETAHUI KEMASLAHATAN DAN KEMUDHARATAN ?
Dr. Yusuf Qardhawi menjelaskan, “Kebaikan dan kerusakan di dunia serta di akhirat hanya dapat diketahui melalui syariat agama. Jika ada hal-hal yang belum diketahui, maka harus dicari dari dalil-dalil agama, yaitu Al Qur’an, As Sunnah, Ijma’, Qiyas yang benar dengan cara pengambilan dalil yang shahih”.
Masih menurut Dr. Qrdhawi, “Sedangkan kemaslahatan dunia dan hal-hal yang berkaitan dengannya dapat diketahui dengan kepentingan, pengalaman, kebiasaan, dan dugaan yang benar. Jika ada sesuatu yang masih belum diketahui maka harus dicari argumennya”.
PRINSIP-PRINSIP PENERAPAN FIKIH AULAWIYAT
Memprioritaskan kualitas atas kuantitas
Memprioritaskan ilmu atas amal
Memprioritaskan amal yang luas kemanfaatannya atas amal yang kurang luas kemanfaatannya
Memprioritaskan amal hati atas amal anggota badan
Memprioritaskan hal yang ushul (pokok) atas furu’ (cabang)
Memprioritaskan pengerjaan Fardhu atas Sunnah dan Nawafil
Memprioritaskan Fardhu Ain atas Fardhu Kifayah
Memprioritaskan meninggalkan yang haram atas yang makruh
Memprioritaskan hak hamba atas hak Allah semata
Memprioritaskan hak umat atas hak individu
Memprioritaskan wala’ terhadap kepada umat atas wala’ kepada kabilah dan individu
Memprioritaskan memperbaiki diri sebelum memperbaiki sistem
Memprioritaskan pembinaan (tarbiyah) sebelum jihad.

Rujukan: Dr. Yusuf Qardhawi, Fiqh Prioritas, Sebuah Kajian Baru Berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah, Robbani Press, Jakarta, 1996.

Posted By : PKS Beringin DS
Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia adalah Ibadah


Mensos Salurkan Bantuan Pemberdayaan Fakir Miskin Rp 1,45 M


Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri menyerahkan bantuan sebesar Rp1,450 miliar untuk membantu pemberdayaan fakir miskin di Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, Minggu, (26/2).
Bantuan yang diserahkan Menteri Sosial berupa stimulan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi bagi 30 kelompok usaha bersama (Kube) atau sebanyak 300 Kepala Keluarga. Masing-masing kelompok mendapat bantuan sebesar Rp30 juta. Total jumlah bantuan Kube sebesar Rp900 juta.
Selain itu, bantuan tersebut juga untuk rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni bagi 50 kepala keluarga dimana masing-masing kepala keluarga mendapat bantuan sebesar Rp10 juta, total jumlah bantuan sebesar Rp500 juta. Serta bantuan untuk satu unit sarana lingkungan sebesar Rp50 juta.
Bantuan tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2012 yang bertujuan untuk meningkatkan produktifitas keluarga miskin melalui program penanggulangan kemiskinan. 
Program penanggulangan kemiskinan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan pemberdayaan Sosial dalam wadah kelompok usaha bersama (Kube).
Pemberian UEP tersebut di maksudkan untuk meningkatkan kemauan dan kemampuan berusaha keluarga miskin agar lebih produktif sehingga meningkatkan pendapatan serta kemampuan memenuhi kebutuhan dasarnya secara layak dan mandiri.
Kementerian Sosial menganggarkan dana untuk program penanggulangan kemiskinan pada 2012 sebesar Rp754 miliar, sebagian besar hingga 57 persen dialirkan ke daerah dan selebihnya untuk pusat.
Sementara anggaran untuk program Kube 2012 sebesar Rp133 miliar untuk di perkotaan dan Rp291 miliar untuk wilayah pedesaan.
 Pada 2012, salah satu fokus penanganan kemiskinan yang dilakukan Kementerian Sosial adalah di daerah perbatasan dan daerah tertinggal yaitu di 50 kabupaten tertinggal dan 39 titik wilayah perbatasan antarnegara.
Berdasarkan sensus penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) 2011, penduduk miskin sebanyak 32,02 juta jiwa atau 13,33 persen dari total jumlah penduduk. 
Dari jumlah penduduk miskin tersebut sebanyak 11,05 juta jiwa berada di perkotaan dan 18,97 juta jiwa di perdesaan
 
Posted By : PKS Beringin DS
Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia adalah Ibadah
 

Gubernur SumBar Kunjungi Lokasi Banjir Bandang di Pasaman


Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno bersama Kepala BNPB Pusat DR. H. Syamsul Ma’arif, M.Si melakukan kunjungan ke lokasi banjir bandang di Kabupaten Pasaman, Jum’at (24/2). Ikut mendampingi Bupati Benni Utama, Bupati Agam, Indra Catri, Sekjen BNPB Ir. Dody Ruswandi,MSc, Kadis Prasjal Tarkim, Ir. Suprapto, Wabup, serta beberapa pejabat di lingkungan BNPB, Pemprov. Sumbar dan Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Pasaman.
Dalam kesempatan itu Kepala BNPB DR.H. Syamsul Ma’arif, Msi menyampaikan, ikut prihatin atas bencana alam yang terjadi, agar masyarakat dapat tabah dan sabar menerima cobaan. Kepada Pemkab diharapkan melakukan tindakan yang cepat dalam penanggulangan bencana ini, sehingga masyarakat dapat kembali bangkit dalam menata kehidupannya kembali.
Dari pemantau dari udara, kami melihat bencana ini bukan diakibatkan oleh pembalakan liar, diakui memang ada pembukaan lahan oleh masyarakat untuk perkebunan namun itu amat jauh dari lokasi longsor ini. Kami menilai kejadian bencana ini murni oleh kondisi curah hujan yang lebat, serta kondisi retakkan perbukitan yang labil, katanya.
Syamsul Ma’arif memerintahkan kepada Pemkab Pasaman untuk segera berbuat dalam 4 bentuk. Pertama, berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, berupa makan, minum. Pendistribusian mesti cepat dan tepat sasaran.
Kedua, kebutuhan pakaian, para korban, selimut serta kebutuhan khusus gender yang menjadi sesuatu yang penting, sehingga masyarakat juga dapat nyaman dan mengurangi kesedihan, terutama anak-anak dan ibu-ibu. Ketiga, kebutuhan akan air minum (air bersih), ini mesti segera menjadi prioritas.
Kemudian tempat berteduh, bisa tenda, atau tempat fasiltas umum, yang dapat dipergunakan sebagai penghunian sementara. Sebelum kita memberikan bantuan untuk pembangunan kembali rumah para korban bencana ini. Potensi dan budaya dan tradisi, sosial capital mesti kita bangun, sekaligus memberikan semangat hidup masyarakat untuk kembali normal, ajaknya.
Kepala BNPB juga mengingatkan, Pemprov dan Pemkab, agar melakukan inventarisasi kebutuhan penanggulangan bencana, jumlah kerusakan rumah, fasilitas umum dan lain-lain. Sehingga semua transparan dan terukur sesuai dengan peruntukan. Tidak ada lagi laporan yang besifat global.
Selain itu kita mesti mampu mewujudkan masyarakat yang tangguh terhadap bencana, pertama daya antisipasi masyarakat terhadap resiko bencana, kedua masyarakat mesti mampu memproteksi diri lebih dini terhadap resiko bencana, ketiga masyarakat mampu beradapatasi dengan suasana dan kondisi jika bercana itu terjadi. Keempat masyarakat dapat pulih secara cepat dan kembali hidup normal, dalam mengatasi masa-masa penanggulangan bencana berlangsung, tegasnya.
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam kesempatan itu juga menyampaikan, rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan BNPB Pusat. Kita akan berupaya terus untuk melakukan konsolidasi penanggulangan bencana ini, agar masyarakat yang terkena dan yang terdampak juga dapat terbantu secara baik. Kita yakin, masyarakat Pasaman secara cepat akan mampu bangkit kembali dari bencana ini. Tidak adanya korban jiwa ini merupakan masyarakat kita telah tanggap terhadap kondisi bencana. Mudah-mudahan ini akan terus menjadi semangat kita untuk selalu mawas diri terhadap bencana.
Kita mesti mengetahui bahwa daerah ini memang dareah rawan bencana, untuk itu diharapkan masyarakat dapat menyikapinya secara arif sesuai dengan potensi budaya lokal, ugnkapnya.
Dalam kesempatan itu Kepala BNPB menyerahkan bantuan uang dalam bentuk cek, sebesar Rp. 500 juta. Pemprov Sumbar juga menyerahkan bantuan sebesar Rp. 250 juta ditambah dalam kesempatan itu Bupati Agam Rp. 9 juta tunai.
Kerugian terhadap bencana banjir bandang Pasaman yang berbatasan dengan Kabupaten Madina Sumut  ini ditaksir sekitar Rp. 12,9 Miliar, berupa rumah penduduk, fasilitas umum, masjid, jalan, jembatan, irigasi, persawahan, perkebunan, dan lain-lain.

Posted By : PKS Beringin DS
Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia adalah Ibadah

Antara Kader Dakwah dan Singa








Oleh : Muchlisin

Tahukah Anda? Lebih dari 90% perburuan di kalangan singa dilakukan oleh sang betina. Bagaimana dengan para singa jantan? Ternyata mereka enggan mengambil risiko nyawa, atau lebih suka santai dan istirahat.
Membaca hasil penelitian ini kita jadi tertegun. Kita lalu membandingkan dengan jumlah aktifis dakwah, komposisi ikhwan dan akhwat, serta aktifitas mereka khususnya dalam dua kerja besar: merekrut dan membina.
Lihatlah acara-acara dakwah dan pertemuan-pertemuan harakah. 
Hampir selalu jumlah akhwat lebih banyak daripada ikhwan, kalau tidak boleh menyebutnya mayoritas. Lautan jilbab belum juga tertandingi oleh lautan peci atau rambut hitam ikhwan.
Apa sebabnya? Populasi perempuan lebih banyak dari laki-laki? Tidak juga. 
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 menunjukkan, jumlah penduduk Indonesia 237.556.363 orang; terdiri dari 119.507.580 laki-laki dan 118.048.783 perempuan. Nah, lebih banyak laki-laki kan? 
Jadi para ikhwan tidak memiliki alasan bahwa jumlah akhwat lebih banyak karena segmen dakwahnya lebih luas. Tidak.
Lalu mengapa? Mereka yang mengamati aktifitas harakah dan partisipasi dakwah akan menemukan hal-hal sebagai berikut:
1. Akhwat lebih rajin menghadiri acara-acara dakwah dan aktifitas harakah daripada ikhwan
2. Jumlah rekrutmen akhwat hampir selalu lebih besar daripada jumlah rekrutmen ikhwan
3. Semangat akhwat dalam partisipasi dakwah dan membina lebih besar daripada ikhwan
Tentu saja kesimpulan ini bersifat general, tidak bermaksud memaknai nya secara personal bahwa setiap akhwat pasti lebih rajin atau lebih aktif daripada ikhwan. Ada beberapa pengecualian, bahwa akhwat-akhwat tertentu tidak lebih rajin daripada ikhwan, sebagaimana ada ikhwan-ikhwan tertentu yang tidak kalah semangat merekrut dan membina dibandingkan dengan akhwat.
Renungan singkat ini hanya mengingatkan kita, khususnya para ikhwan: jadilah kita pelopor kebajikan, aktifis dakwah yang memiliki syaja’ah dan hamasah, siap berburu pahala. Karena kita bukanlah singa jantan yang malas atau takut cedera. [Muchlisin] 

Posted By : PKS Beringin DS
Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia adalah Ibadah

Risalah Nahwa Nur : Untuk Siapakah Surat Itu Ditujukan?


Oleh : Cahyadi Takariawan
Pada bulan Rajab 1366 H (1936 M), Hasan Al Banna menulis surat kepada Raja Faruq I, yang berkuasa di Mesir dan Sudan; serta Perdana Menteri Musthafa Nahhas Pasha. Surat yang sama juga ditujukan kepada para Raja, para pemimpin di berbagai negeri Islam, dan tokoh-tokoh pemerintahan di berbagai negara. Surat inilah yang dikenal dengan Risalah Nahwa Nur, atau Menuju Cahaya.
Risalah itu kemudian diterbitkan dalam bentuk buku, bersama tulisan-tulisan Al Banna lainnya, berjudul Majmu’ah Rasa’il, atau Kumpulan Risalah Al Banna. Kita telah membaca Risalah Nahwa Nur ini sejak tahun 1980-an, saat buku-buku dakwah Islam dari Timur Tengah mulai banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Pada saat membaca Risalah Nahwa Nur, perasaan dan pikiran kita mengatakan, itu surat seorang pimpinan sebuah gerakan dakwah yang ditujukan kepada para penguasa. Dengan kata lain, itu adalah surat dakwah kepada para raja dan penguasa. Dari pergerakan dakwah, ditujukan kepada para pemimpin pemerintahan dunia. Dari “kita”, untuk “mereka”. Begitu persepsi kita selama ini.
Saya merasa terhentak, ketika pak Untung Wahono suatu ketika menanyakan dalam suatu forum, “Pada zaman kita hidup sekarang, sebenarnya surat Al Banna itu ditujukan kepada siapa?”
Ya, pertanyaan yang sangat menggelitik. Raja Faruk I sudah tidak ada. Musthafa Nahhas Pasha sudah wafat. Raja-raja dan penguasa di Timur Tengah sudah silih bergenti. Pemimpin-pemimpin pemerintahan dunia sudah banyak yang tumbang, dan muncul pemerintahan baru.
Jangan-jangan surat itu ditujukan kepada kita ? Mengapa kita masih selalu berpikir dan menganggap bahwa itu adalah “surat kita” yang ditujukan “untuk mereka” ?
Pada saat para dakwah telah memasuki wilayah pengambilan kebijakan strategis di Pemerintahan, ketika dakwah sudah memasuki wilayah kekuasaan, apakah layak kita menganggap surat itu untuk orang lain ? Bukankah Al Banna tengah memberikan bimbingan bagaimana menjadi pemimpin, bagaimana menerapkan prinsip-prinsip kebenaran dan kebaikan dalam mengelola pemerintahan ? Bukankah Al Banna tengah berbincang tentang prinsip pengelolaan umat dan masyarakat ?
Sepertinya, Risalah Nahwa Nur saat ini memang ditujukan Al Banna kepada kita, untuk kita. Oleh karena itulah kita harus mengkaji ulang, mendalami lagi isi Risalah tersebut, dan mengambil berbagai pelajaran pentingnya.
Berikut saya nukilkan sebagian kecil dari Risalah Nahwa Nur, yang harus dibaca sebagai “Surat Al Banna kepada Kita”.
*************
Kairo, Rajab 1336 H.
Kepada
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
“Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad, keluarga, serta para sahabatnya.
Amma ba’du,
Kami persembahkan surat ini ke hadapan Tuan yang mulia, dengan keinginan yang sangat untuk ikut memberi bimbingan kepada umat, yang urusan mereka telah Allah swt. bebankan ke pundak Anda di zaman ini. Suatu bimbingan yang kiranya dapat mengarahkan umat di atas sebaik-baik jalan. Sebuah jalan yang dibangun oleh sebaik-baik sistem hidup, yang bersih dari kerancuan dan jauh dari ketidakpastian, Lebih dari itu, ia adalah jalan hidup yang telah teruji oleh sejarah yang panjang.
Kami tidak mengharap apa pun dari Anda. Cukuplah bahwa dengannya berarti kami telah menunaikan kewajiban dan mempersembahkan kepada Anda sebuah nasihat. Sungguh pahala Allah, dialah yang lebih baik dan lebih kekal.
Tanggung Jawab Seorang Pemimpin
Sesungguhnya Allah swt. telah menyerahkan urusan umat ini kepada Tuan, Kemaslahatan urusan mereka di hari ini dan masa mendatang merupakan amanah Allah yang harus Anda tunaikan. Anda bertanggung jawab di hadapan Allah swt.
Jika generasi hari ini adalah kekuatan bagi Anda, maka generasi esok merupakan tanaman. Alangkah mulianya seseorang, jika ia bersikap amanah, bertanggung jawab, dan mau memikirkan umatnya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw,
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya tersebut.”
Dahulu, pernah berkata seorang pemimpin yang adil, “Seandainya seekor kambing di Irak terpeleset kakinya, maka aku menganggap dirikulah yang harus bertanggung jawab di hadapan Allah. Mengapa aku tidak membuatkan jalan untuknya?”
Umar bin Khathab menggambarkan tentang betapa agungnya tanggung jawab dengan sebuah ungkapan, “Saya sudah cukup senang jika dapat keluar dari dunia ini dengan impas: tidak mendapat dosa dan tidak pula diberi pahala.”
Masa Peralihan
Dengan pengamatan yang jeli terhadap perjalanan hidup manusia, kita dapat menyimpulkan bahwa masa yang paling rawan dalam kehidupan umat adalah ketika berlangsungnya masa peralihan. Karena saat itulah ideologi kehidupan yang baru diberlakukan, langkah-langkah ke depan mulai digariskan, dan nilai-nilai dasar kehidupan –di mana umat akan tegak di atasnya– mulai dibangun.
Oleh karenanya, jika langkah, program, dan sistem nilai yang hendak dibangun itu jelas dan baik, maka berbahagialah umat tersebut. Mereka akan menikmati kehidupan yang sarat dengan aktivitas yang mulia dan agung. Demi keberhasilan yang telah mengantarkan umat pada kehidupan yang baik, maka berilah kabar gembira kepada pemimpinnya dengan pahala yang agung, keriangan indah yang abadi, sejarah yang bersih, dan perjalanan hidup yang lurus…..”
************
Teruslah membacanya, dan coba rasakan, bukankah Risalah itu tengah berbicara kepada kita ?

Posted By : PKS Beringin DS
Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia adalah Ibadah

PKS Tolak Rencana Kenaikan Harga BBM


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diusulkan pemerintah. Usulan pemerintah premium dinaikkan dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000.
“Fraksi PKS masih bertahan, menolak kenaikan BBM. Inikan masalah manajemen fiskal pemeintah. Ini cara mengalihkan beban dari rakyat, ini bisa diantisipasi 2 tahun lalu, sekarang mau dialihkan beban ke rakyat,” ujar Wakil Sekjen PKS, Anis Matta di gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/2/2012).
Anis pun meminta pemerintah menghentikan pemborosan anggaran pemerintah yang terlalu banyak serta biaya-biaya yang tak produktif.
“DPR saja menghentikan pembangunan gedung baru. Kebocoran anggaran masih besar sampai sekarang. Sebenarnya masih banyak yang dilakukan bisa mengaduk-aduk subsidi lain ini masalah kenaikan sembako nantinya,” jelasnya.
Usulan kenaikan BBM tersebut sebenarnya, kata Anis, sudah bisa diprediksi lama sebelumnya dua tahun terakhir ini, tapi pemerintah tidak mau.
“Kalau mau melakukan itu, sekarang kompensasi hanya BLKT dan BLT kampanye tidak seimbang juga,” pungkasnya.

Sumber : http://www.tribunnews.com/2012/02/29/pks-tolak-rencana-kenaikan-harga-bbm

Posted By : PKS Beringin DS
Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia adalah Ibadah

Selasa, 28 Februari 2012

Selasa, 28 Februari 2012

Syetan Paling Getol Menghalangi Jihad dan Berinfak Fi Sabilillah




Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.
Syetan selalu berusaha menghalangi manusia dari menjalankan ketaatan, khususnya jihad fi Sabilillah dan infak di dalamnya. Hal ini seperti yang Allah firmankan,
إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
"Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman." (QS. Ali Imran: 175)
Ayat ini merupakan jawaban dari dua ayat sebelumnya, di mana orang kafir berkata, "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka." (QS. Ali Imran: 173) ucapan mereka ini tidak lain hanyalah untuk menghalangi kaum muslimin dari menegakkan perintah wajib agama, yakni jihad. Jalannya, mereka sampaikan hal itu untuk menakut-nakuti. Ini juga pasti dilakukan oleh kaum munafikin terhadap orang-orang yang menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Maka syetan dan bala tentaranya pasti menghalangi mereka untuk menegakkan perintah agama tersebut. Maka tidak aneh jika Front Pembela Islam (FPI) dalam aksi Amar Ma'ruf Nahi Munkarnya mendapat ancaman, ditakut-takuti akan dibubarkan, diserbu masa ribuan, dan semisalnya. Ini sudah sunatullah dalam perjalanan perjuangan pendahulu umat ini dan menjadi resiko yang semestinya disadari.   
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata, "Intinya: sesungguhnya Syetan pasti menakut-nakuti setiap orang yang hendak mengerjakan kewajiban. Maka jika syetan membisikkan rasa takut dalam hatimu, maka kamu wajib memahami bahwa menegakkan Kalimatul Haq bukan yang mendekatkan ajal, sementara diam dan pengecut adalah bukan yang menjauhkan ajal. Berapa banyak penyeru yang memperjuangkan kebenaran ia meninggal di atas kasurnya? Dan berapa banyak para pengecut yang terbunuh di kediamannya?" (Al-Qaul Mufid Syarh Kitab al-Tauhid, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin: 2/42)
Beliau memberikan contohnya, "Lihatlah kepada Khalid bin Walid, beliau seorang pemberani dan senantiasa berada di barisan depan pasukan, tapi beliau meninggal di atas kasurnya. Maka yang perlu dicamkan, selama seseorang menegakkan perintah Allah, hendaknya ia yakin bahwa Allah bersama orang-orang bertakwa dan orang-orang yang senantiasa berbuat baik. Dan pembela agama Allah pasti itu yang menang." (Ibid)   
Hal ini berbeda dengan mereka yang melakukan kemaksiatan, kemungkaran dan perbuatan jahat. Syetan menguatkan mereka dan memberikan dukungan kepada mereka. Lihatlah firman Allah Ta'ala,
وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
"Barang siapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar." (QS. Al-Nuur: 21)

Maka pantaskah mujahid merasa lemah di hadapan syetan dan kawan-kawannya,
فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
"Oleh sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah." (QS. Al-Nisa': 76)
Beratnya Infak Fi Sabilillah
Dalam urusan infak juga demikian, syetan menakut-nakuti dengan kemiskinan agar manusia menjadi pelit dan tidak menginfakkan hartanya, khususnya di jalan jihad. Allah Ta'ala berfirman,
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلا وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 168)

Padahal infak fi sabilillah merupakan amal ketaatan yang sangat agung dan paling tinggi nilainya. Bentuknya: seorang mujahid membiayai dirinya dan kendaraannya sendiri, membiayai mujahidin selain dirinya baik berupa biaya pembelian senjata atau kendaraan. Masuk di dalamnya nafkah/biaya yang diperuntukkan keluarga mujahid selama ditinggal berjihad.
Sesungguhnya syetan tidak akan berusah lebih serius dan bekerja lebih keras daripada menghalangi seseorang mengeluarkan infak fi sabilillah. Demikian itu karena syetan tahu di dalam infak fi sabilillah terdapat pahala sangat besar dan keutamaan yang tinggi. Sebaliknya bakhil dalam infak ini memiliki dosa yang sangat besar. Hal ini sebagaimana disebutkan Imam Ibnu Nahhas al-Dimsyaqi al-Dimyathi dalam Tahdhib Kitab Masyari' al-Asywaq, hal. 115.
Allah Ta'ala berfirman,
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)

Imam Makhul menerangkan tentang maksud infak di jalan Allah pada ayat di atas, "Yakni (yang dimaksud dengannya): Infak dalam jihad, berupa menyiapkan kuda perang, menyiapkan persenjataan, dan lainnya.
Sedangkan Ibnu Abbas memahaminya dalam jihad dan haji, maka dirham yang diinfakkan dalam keduanya dilipatgandakan sampai 700 kali lipat. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir terhadap ayat di atas)
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
من أنفق نفقة في سبيل الله كتبت له سبعمائة ضعف
"Siapa yang berinfak fi sabilillah satu harta maka dicatat untuknya 700 kali lipat." (Dishahihkan Al-Albani dalam al-Shahihah dan Shahih al-Jami', no. 6110)
Rasa eman-eman dan kikir, tidak terbiasa, dan jahil terhadap keutamaan infak fi sabilillah semakin membantu syetan dalam memuluskan misinya menghalangi manusia dari berinfaq fi sabilillah. Terlebih lagi pada zaman kita ini yang terkadang medan jihad terbentang di belahan bumi yang jauh, jerat-jerat ancaman musuh terhadap munfik (penginfak) fi sabilillah begitu berat, jihad distigmakan sebagai tindakan jahat, maka semakin membuat berat dan takut mengeluarkan harta untuk tegaknya jihad fi sabilillah. Tiada daya dan kekuatan kecuali berasal dari Allah Ta'ala.
Maka tiada jalan lagi untuk mengeluarkan infaq fi sabilillah kecuali dengan taufiq dan keteguhan dari Allah, Dzat yang Mahakuat dan Perkasa. Yakni Allah menguatkan diri dalam menghadapi bujukan dan teror yang dihembuskan syetan terlaknat yang senantiasa menakut-nakuti dengan kefakiran dan menyuruh kepada perbuatan keji dan mungkar.  
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلا وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 168)

Kita harus senantiasa ingat kepada Allah dan firman-Nya yang menjanjikan pahala besar dan keutamaan agung dalam infak ini. Allah berfirman,
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (QS. Saba': 39)

Mudah Pergi Berjihad, Tapi Berat Mengeluarkan Infak
Tidak sedikit ditemukan seorang mujahid yang gagah berani keluar berjihad fi sabilillah, tapi ia merasa berat dan tak mampu mengalahkan bisikan dirinya dalam berinfak fi sabilillah. Sebabnya, karena syetan membisikkan dalam diri seorang mujahid tadi, supaya ia tidak berinfak fi sabilillah. Syetan berkata kepadanya, "Jika engkau kembali dari jihad engkau sudah tak punya uang, padahal saat itu kamu menanggung luka dan sakit. Engkau pulang dalam kondisi fakir yang tak punya apa-apa. Tidak ada harta yang bersamamu. Maka siapkan hartamu untuk nanti saat engkau kembali."
Mujahid yang masih cinta kembali ke dunia dan membenci kesyahidan pasti akan menyambut seruan syetan ini. Jika ia menguatkan tekad untuk mendapatkan kesyahidan dengan sejujur-jujurnya, pastilah ia tak akan berpikir untuk pulang dan memikirkan kondisinya sesudah kembali ke rumahnya. Oleh karena itu, teladan para salaf apabila sudah berhadapan dengan musuh maka mereka memecahkan tempat pedangnya. Hal ini untuk menguatkan tekadnya untuk tidak pulang karena kuatnya kerinduan dalam hatinya untuk meraih kesyahidan, rindu berjumpa dengan Tuhannya, berkumpul dengan manusia-manusia mulia, serta singgah di surga Allah yang penuh kenikmatan.
Dikisahkan perjalanan seorang salaf yang sedang berjihad. Apabila dua pasukan sudah berhadapan dan masing-masing siap menyerang, syetan datang kepadanya mengingatkan istrinya dengan segenap kebaikan dan kecantikannya, sehingga menimbulkan kerinduan kepada istrinya dan tak mau berpisah dengannya. Syetan juga membisikkan akan anak-anaknya yang menyenangkan sehingga ia tak mau mereka menjadi yatim. Syetan juga mengingatkan akan bisnis dan harta yang sudah dikumpulkannya. Sehingga hampir-hampir membuatnya menjadi pengecut dan ingin kabur dari peperangan. Maka pada saat itu datangkan pertolongan dan keteguhan dari Allah yang Maha kuat lagi Perkasa. Kemudian ia berkata kepada dirinya: Wahai jiwa, jika engkau kabur dari peperangan maka istrimu tertalak karenanya, budak-budakmu menjadi merdeka, dan seluruh hartamu sebagai sedekah untuk fakir dan miskin! Masihkah engkau ingin hidup dengan kemiskinan dan berpisah dengan istrimu?
Maka jiwanya menjawab, "Aku tidak suka pulang."
Kemudian ia berkata, "Kalau begitu, majulah engkau berjihad!"
Bisa jadi syetan menanamkan rasa was-was dalam hati seorang mujahid, "Engkau akan terbunuh, maka anak-anakmu akan menjadi fakir dan istrimu menjadi pengemis. Maka tinggalkan harta untuk mereka, jangan enkau infakkan. Cukuplah kematianmu itu menjadi musibah bagi mereka."
Orang yang tak memiliki keyakinan mantap kepada Tuhannya pasti akan menuruti bisikan ini. Ia menjadi ragu dengan jaminan Allah terhadap rizki para hamba-Nya dan memenuhi kebutuhan mereka. Maka bagi Mukmin Mujahid wajib berkeyakinan, ia hanya sarana yang Allah adakan untuk memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya dalam urusan rizki. Ia tak punya kuasa menjamin rizki untuk mereka walau sekecil biji sawi. Kenapa ia ambil pusing berlebih dalam urusan rizki mereka saat masih hidup dan sesudah mati. (Lihat: Tahdhib Kitab Masyari' al-Asywaq: 116-117)
Semoga Allah limpahkan keyakinan yang mantap dalam diri kita dalam menapaki perintah-perintah-Nya, khususnya jihad dan perjuangan Islam. Menolong dan menguatkan kita dalam menghadapi bisikan dan was-was syetan yang menyeru kepada perbuatan keji, munkar, dan bakhil dalam berinfak. Sesungguhnya Allah adalah penolong kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Wallahu Ta'ala a'lam. 
Sumber :  [PurWD/voa-islam.com]
 
Posted By : PKS Beringin DS
Bekerja Untiuk Kejayaan Indonesia Adalah Ibadah

PKS Siap Menerima Siapa pun Figur Dari PDIP

 
ILAH.COM, Bandung - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak akan mempersoalkan figur yang akan disodorkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) jika Koalisi Merah Putih terwujud. Enam calon yang saat ini dalam proses penjaringan internal PDIP, dinilai PKS seluruhnya memiliki komitmen membangun Jabar.

"PKS tidak masalah kalau PDIP memilih Oneng (Rieke Dyah Pitaloka). Kami serahkan sepenuhnya ke PDIP selama dia bisa mendongkrak popularitas dan elektabilitas pasangan calon yang kita usung. Lalu bersama-sama mempunyai komitmen membangun Jabar," ujar Sekretaris Bidang Kebijakan Publik DPW PKS Jabar Imam Budi Hartono kepada INILAH.COM, Jumat (24/2/2012).

Sedangkan di kubu PDIP, Ketua DPD PDIP Jabar Rudy harsa Tanaya tidak menyebutkan figur calon yang nanti akan mendampingi Heryawan saat Pilgub Jabar 2013 mendatang. Sirinya memastikan keenam bakal calon gubernur masih dalam tahap sosialisasi.

"Kami belum mempunyai kepastian soal calon yang akan lolos untuk diusung menjadi calon gubernur atau wakil gubernur. Sekarang masih tahap penjaringan di internal kami. Setelah mereka melakukan sosialisasi, akan diukur popularitas dan elektabilitas melalui survei. Kami akan berpedoman pada hasil survei untuk menentukan calon yang lolos," tegas Rudy.

Seperti diketahui, PDIP sudah memiliki enam kader sebagai bakal calon gubernur yang mengikuti tahap penjaringan internal. Keenam baka calon tersebut yakni anggota Komisi IX DPR Rieke Dyah Pitaloka, Wakil Ketua DPD PDIP Jabar Gatot Tjahyono, Bupati Cirebon Dedi Supardi, Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda, Bupati Subang non Aktif Eep Hidayat, dan Bupati Sumedang Don Murdono.[ang]
 
Posted By : PKS Beringin DS

Lawan Bhatoegana, PKS: Tak Ada Kader di DPR yang Kena Kasus Korupsi


Jakarta Sutan Bhatoegana mengklaim Partai Demokrat (PD) sebagai partai yang antikorupsi. Wakil Ketua FPD itu menuding partai yang lain abu-abu. Tak pelak tudingan itu membuat PKS sedikit meradang. PKS meminta Bhatoegana melihat fakta yang ada, contoh kecil di DPR.

"Boleh saja mengklaim, tapi alhamdulillah, tak satupun dari PKS yang menjadi tersangka korupsi," jelas juru bicara PKS, Mardani Ali Sera, saat dimintai tanggapan, Selasa (28/2/2012).

Mardani enggan berpolemik lebih lanjut. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada publik untuk memberi penilaian soal klaim mengklaim partai antikorupsi.

"Silakan masyarakat yang menilai," jelasnya.

Mardani menegaskan sejauh ini, PKS masih tetap menjaga slogan sebagai partai yang bersih dan profesional. "Itu slogan hasil perjalanan panjang tarbiyah kami," jelasnya.

Sebelumnya Wakil Ketua Fraksi PD Sutan Bhatoegana masih yakin partainya layak memegang slogan partai antikorupsi, walau sejumlah kader PD terseret menjadi tersangka kasus korupsi.

"Yang jelas kami anti korupsi. Katakan tidak, katakan tidak pada korupsi, partai lain, mana ada? Abu-abu semua. Bahkan anak kandung sendiri kami serahkan proses hukum. Kadang-kadang memakan anak kandung sendiri, ada kader-kader kita yang potensial, yang muda. Seharusnya yang muda yang berkarya, ternyata kena juga tu barang, itulah yang saya katakan anak kandung," kata Sutan.

Hal ini disampaikan Sutan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/2/2012).

Posted By : PKS Beringin DS

Senin, 27 Februari 2012

Senin, 27 Februari 2012

Jeblok di Survei, PKS Tetap Percaya Diri Dipilih Masyarakat Kota


Jakarta.   PKS benar-benar jeblok dalam sejumlah survei yang dirilis sejumlah lembaga survei. Salah satunya dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), di mana PKS hanya mendapat posisi kedua dari buncit setelah Partai Hanura.

Namun hasil survei itu tidak membuat PKS kecil hati. PKS tetap percaya diri bisa meraih sukses di 2014, masyarakat kota menjadi salah satu sasaran pemilih PKS.

"Masih sangat optimistis, karena penduduk perkotaan bisa melihat dengan jernih siapa yang berbuat, siapa yang sekadar kata," jelas politisi PKS Indra SH saat dikonfirmasi, Senin (27/2/2012).

Indra yang juga anggota Komisi III dan membidangi informasi publik di FPKS DPR ini menjelaskan, pada waktunya nanti pemilih di perkotaan akan memilih partainya. Pertimbangannya perjuangan PKS yang tetap pada jalur bersih, peduli, dan profesional.

"PKS masih banyak menang di pemilukada di perkotaan, itu bisa jadi tolok ukur. Jadi asumsi kalau survei PKS melemah di perkotaan patut dipertanyakan," jelasnya.

Salah satu kekurangan PKS, lanjut Indra, yakni belum bisa menyebarkan informasi positif terkait prestasi yang pernah diraih partainya untuk rakyat.

"Publik nanti akan melihatnya, tentu PKS perlu kerja keras untuk mempublikasikannya," terang Indra.

Pada 1-12 Februari 2012, Lembaga Survei Indonesia (LSI) menggelar survei dengan metode pengambilan responden multistage random sampling dari 33 provinsi dan menjaring 2.050 orang. Dengan metode wawancara tatap muka, pada pertanyaan bila Pileg anggota DPR dilakukan pada Februari 2012, dari 38 pilihan partai dan lainnya (merujuk jumlah parpol pada Pileg 2009), maka hasilnya menurut persentase adalah:

1. Golkar 15,5 persen
2. PD 13,7 persen
3. PDIP 13,6 persen
4. Gerindra 4,9 persen
5. PPP 4,9 persen
6. PKB 4,6 persen
7. PAN 4,1 persen
8. PKS 3,7 persen
9. Hanura 1,2 persen
10. Lainnya 5,1
11. Belum tahu 28,9 persen

"Posisi 1-3 masih dipegang kekuatan lama. Yang menarik, PD mengalami penurunan elektabilitas signifikan dari Pemilu 2009 dari 21 persen menjadi 13,7 persen," ujar peneliti LSI Burhanudin Muhtadi dalam jumpa pers di Kantor LSI, Jalan Lembang Terusan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2012).
Benarkah  demikian ?.
Mari kita buktikan, bahwa kita mampu memenangkan Pemilu 2014..!
Allahuakbar....

Sumber : detiknews.com

Posted By : PKS Beringin DS
Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia adalah Ibadah

Sepucuk Surat untuk Laki-Laki




 Oleh Asma Nadia

Saya tidak tahu ke mana tepatnya sepucuk surat ini harus saya kirim agar benar-benar sampai tak hanya di tangan, tetapi juga hatimu.

Ketika kecil, ada banyak kecemburuan saya sebab Allah memberimu kegesitan, ketajaman logika, kekuatan, dan banyak kelebihan lain. Tetapi, lambat laun saya mengerti tak perlu cemburu sebab bukankah semua kelebihan itu akan kau gunakan untuk melindungi mereka yang lebih lemah, para perempuan seperti saya, juga anak-anak?

Tetapi, kenyataan di depan mata kemudian terasa menyesakkan. Beberapa istri menangis di hadapan saya, bercerita betapa mereka terkena pukulan dan tendanganmu, juga sasaran kalimat yang melecehkan. Rangkaian kata yang tak pernah saya harapkan terucap dari seorang pemimpin keluarga.

Kisah-kisah lain menghampiri saya. Seorang istri yang tak hanya teraniaya lahir batin, tapi kemudian juga menjadi pihak yang diadukan sang suami ke kepolisian. Kejadian yang membuat saya merenung. Bagaimana bisa seorang suami mengadukan ibu dari anak-anaknya, tanpa kesalahan yang jelas, ke polisi? Bukankah ketiadaan sang ibu apalagi jika kemudian harus berada di balik jeruji, merupakan kehilangan besar bagi anak-anaknya?

Tak hanya para istri, beberapa remaja mengirimkan email kepada saya. Salah seorang di antaranya bercerita, “Ketika lima anaknya lahir tak sekali pun bapak berada di sisi ibu. Hari-hari bapak dipenuhi kesibukan bersama perempuan lain. Sekalinya pulang, yang dilakukan bapak hanyalah memukuli ibu. Saya dan adik-adik membenci dan sampai kapan pun tak akan pernah memaafkan bapak!“

Ah, terlalu banyak luka. Tidakkah kau mengerti? Sedih dan kecewa seorang istri mungkin bisa disamarkan waktu sebab usia dan kedewasaan. Tetapi, luka yang kau goreskan ke dalam jiwa anak-anak akan abadi. Pada masanya, luka itu bisa menjelma pisau yang berbalik arah, ketika tubuhmu melemah, saat mereka justru semakin kuat.

Jika pada saat itu muncul begitu banyak kesempatan untuk berperan sebagai ayah, dan meluruskan langkah mereka dari melakukan kesalahan fatal, jangan kaget jika mereka tak mau mendengar sebab potret buruk yang kau tanamkan sejak mereka kecil.

Untuk jiwa-jiwa yang sedang tumbuh itu, saya mohon agar tak ada lagi luka yang kau ukir atas nama kekuatan. Sayang harapan itu diuapkan waktu. Kemarahan saya kembali terusik. Seorang pedagang sayur diperkosa pagi-pagi buta di dalam angkot. Selang sebulan berita lain muncul. Mahasiswi kebidanan diperkosa lima lelaki di dalam kendaraan umum.

Ke mana perginya lelaki yang seharusnya melindungi? Laki-laki yang seharusnya menggunakan kekuatannya untuk meringankan mereka yang lemah, yang pada bidang dada mereka, perempuan menyandarkan resah dan persoalan? Sosok kuat yang seharusnya bangga jika bisa menyelamatkan orang lain, termasuk dari nafsu mereka dan bukan sebaliknya. “Semua bersumber pada cara mendidik anak lelaki yang salah!“ ujar seorang sahabat berapi-api.

Sekitar 17 tahun menikah, alhamdulillah saya termasuk yang menerima kebaikan didikan ayah dan ibu mertua terhadap anaknya. Juga beberapa sahabat yang mengarungi pernikahan puluhan tahun dalam kebahagiaan. Setitik optimistis menelusup di hati. Tak semua lelaki sepertimu. Masih banyak yang baik. Menatap putra saya, kekhawatiran itu muncul, meski kemudian saya kalahkan dengan doa. Mudah-mudahan ia tumbuh menjadi lelaki sejati, memenuhi takdir sebagai pemimpin, yang mengayomi dan melindungi.

Dan, untuk semua perempuan yang menjadi korban, semoga hukum tegak saat lelaki di sekitar mereka melakukan kezaliman atas kelemahan perempuan. Meski para lelaki itu juga memiliki ibu, adik, kakak, atau istri dan anak yang tentu ingin mereka lindungi agar tak ternoda.

Jatuhkan hukuman seberat-beratnya bagi pemerkosa agar mereka jera. Agar nafsu tak mudah tergelincir sebab ada dinding kokoh yang tak hanya membatasi, juga berfungsi. Agar tenang anak-anak dan remaja putri kita menuntut ilmu. Agar para perempuan yang terpaksa menembus kegelapan dini hari demi memberi nafkah halal bagi keluarga tak diliputi kecemasan. Begitulah surat ini saya tulis.[]


*REPUBLIKA (25/2/12)

Posted By : PKS Beringin DS 
Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia Adalah Ibadah

Menimbang Keinginan




Oleh Asma Nadia
Apakah yang pasti dari hidup? Di bangku pertama kuliah, saya kerap tersenyum melihat antusias Muslimah terhadap topik menikah. Sebagian di antara mereka bahkan bersegera membangun kesiapan dengan mengikuti kursus tarbiyatul aulad, masak, menjahit, termasuk pilihan bacaan. Pendek kata, menikah masuk dalam peringkat teratas mimpi selain cita-cita menyelesaikan studi.

Bukan sesuatu yang salah untuk membuat list mimpi, cita-cita, dan bersemangat mengejarnya. Hanya, ada hal lain yang mengusik batin. Membangunkan semacam teguran bagi saya yang kala itu juga menuliskan deret cita-cita untuk digapai. Apakah menikah merupakan kepastian? Apakah lulus dari studi adalah jaminan hidup?
Pekerjaan yang kita idamkan, deretan proyek yang kita persiapkan, dan atau segudang rencana pascapensiun yang kita buat, akankah terealisasi? Antara kita dan citacita tak hanya dibatasi sebuah garis bernama kemauan--yang diwujudkan secara nyata dalam bentuk tindakan--tetapi juga usia.

Bagaimana mungkin seseorang membuat begitu banyak persiapan akan berbagai hal yang belum tentu pasti, namun lalai membangun kesiapan terhadap satu kepastian dalam hidup: kematian. Bagaimana mungkin kita menyiapkan setumpuk angan-angan dan dengan santainya menunda satu kebaikan.

Berjilbab setelah menikah atau bekerja atau memberi uang kepada orang tua kalau sudah memiliki pekerjaan, berhenti merokok jika sudah mempunyai anak, berkomitmen pergi haji bila mendapatkan proyek besar dengan keuntungan berlipat--sekalipun sudah mampu untuk menabung--padahal sama sekali tak ada kepastian masih hidup.

Kesadaran ini membuat saya bawel mengingatkan sahabat-sahabat muda saya yang begitu gigih mengejar impian, tetapi tak menyempatkan diri memungut remah kebajikan yang ada di sekitar mereka.

Tidak ada yang tahu kapan persisnya seseorang akan mati. Ia merupakan sebuah kepastian yang di sisi lain justru sulit dipastikan. Bagaimana kita akan mati? Sedang apa kita? Di mana kita akan mati? Siapakah orang terakhir yang menemani saat kematian menyapa? Tidak ada yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Tetapi, apa pun jawabannya, tidak seberapa penting jika kita terbiasa mengisi kehidupan dengan kebaikan. Hingga saat kematian tiba, kita memiliki harapan berada dalam rida-Nya. Saat ini, publik masih tersentak oleh kepergian seorang diva dunia. Spekulasi penyebab kematian masih terus merebak. Tetapi, peluang seseorang untuk meninggal disebabkan obat-obatan akan lebih besar bagi mereka yang memang mengonsumsinya ketimbang yang tidak.

Seorang pezina memiliki kemungkinan meninggal saat berselingkuh ketimbang mereka yang menjaga diri. Guntingan beberapa berita di surat kabar tentang ini bukan tidak pernah kita baca. Mau tidak mau terpikir bagaimana perasaan anak yang bersangkutan mengetahui ayah atau ibu mereka meninggal dalam keadaan tanpa busana di kamar hotel dan ditemani sosok lain yang tak terikat tali pernikahan.

Seorang yang korup, sekalipun sejauh ini aman, memiliki peluang diperkarakan dan cacat nama baik di ujung hidupnya. Rasulullah SAW bersabda, “Secerdas-cerdasnya manusia adalah yang terbanyak mengingat kematian serta yang terbanyak persiapan menghadapinya,“ (Riwayat Ibnu Majah). Jadi, hidupkan hati dengan mengingat mati.[]


REPUBLIKA (18/2/12)

Posted By : PKS Beringin DS
Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia adalah Ibadah

Gejolak di Balik Bilik

 
Oleh Anis Matta

Bahkan ketika kamu memiliki semua pesona fisik, jiwa, akal dan ruh, cintamu bukan saja mungkin tertolak dan kamu terluka di bawah hukum keserasaan dan keserasian. Lebih dari itu, kamu juga tidak bebas dari problematika kehidupan cinta dan asmara seperti yang dialami orang-orang biasa.

Dalam terminologi batin kehidupan, sebenarnya kita semua hanya orang-orang biasa, memiliki rasa orang-orang biasa, dan menghadapi persoalan cinta yang juga dialami orang-orang biasa.

Bahkan ketika sang kekasih setara dengan kamu pada pesona fisik, jiwa, akal dan ruhnya, itu juga bukan sebuah sertifikat bebas perkara kehidupan, yang dapat kamu tempel pada dinding kesadaranmu.

Tidak!!! Persoalan hidup adalah jatah setiap manusia, tidak peduli apakah ia orang baik atau bukan. Bahkan sumber persoalan hidup kita seringkali datang dari kebaikan hati kita. Seperti unta yang sabar; orang-orang hanya tahu memikulkan beban ke punggungnya tanpa pernah mendengar keluhannya. Kesabarannya adalah sumber masalahnya.

Yang membedakan mereka adalah bahwa mereka selalu “berada di atas” masalah-masalah mereka. Karena itu mereka selalu mampu “mengatasi” masalah-masalah mereka. Mereka selalu sanggup melampaui lorong gelap pada suatu potongan waktu kehidupan mereka.

Mereka selalu menang. Cerita mereka selalu berakhir bagus; tidak selalu karena endingnya penuh bunga dan senyum, kadang-kadang justru karena keputusan pahit yang mengharu-biru sebab ia lahir dari cinta yang ksatria.

Seperti ketika istri-istri Rasuiullah saw meminta tambahan perhiasan dunia. Apa yang salah dengan tuntutan itu? Itu datang dari istri-istri yang shalihah kepada seorang suami yang shalih. Itu bukan barang haram.

Tapi tuntutan itu berat bagi sang Rasul; bagaimana mungkin ia kembali kepada persoalan kecil seperti ini ketika ia sedang dalam perjalanan untuk melakukan sentuhan akhir dalam penyelesaian misi kenabiannya? Itu mengganggu dan menyedot perhatiannya justru ketika ia sedang membutuhkan konsentrasi penuh untuk menyelesaikan tugas akhirnya. Itu menyebabkan beliau “mendiamkan” mereka selama sebulan. Bahkan beliau menyendiri dan tidak ingin ditemui oleh sahabat-sahabat beliau.

Contoh itu mungkin terasa terlalu sophisticated. Mari kita ambil contoh lain. Suatu saat beliau berada di rumah Aisyah. Kemudian Saudah datang menemui beliau. Aisyah pun menawarkan kue yang baru saja dibuatnya. Tapi Saudah mengatakan, kue itu tidak enak. Aisyah tentu saja tersinggung. la pun menimpuk Saudah dengan kue itu. Dan Saudah membalasnya. Timpuk-menimpuk itu berlangsung sementara sang suami menyaksikannya sembari tertawa terbahak-bahak.

Oh, persoalan memang datang. Tapi selalu berlalu. Di balik bilik sederhana itu ada banyak gejolak. Tapi keteduhan selalu mengakhirinya.[]

*Buku Serial Cinta*

Posted By : PKS Beringin DS
Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia Adalah Ibadah 

PKS dan AK Parti Turki Saling Belajar

 
Kemenangan AK Parti dalam tiga pemilu terakhir di Turki menginspirasi PKS untuk belajar banyak dari partai yang dipimpin oleh Recep Tayiv Erdogan ini. Karena itu PKS mengundang pimpinan AK Parti untuk berbagi pengalaman dengan pengurus PKS, baik di pusat maupun daerah.
Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri (BHLN) DR. Taufik Ramli Wijaya menyatakan, apa yang telah diraih AK Parti, dengan terus memperoleh suara mayoritas dalam tiga pemilu terakhir di Turki merupakan fenomena. “Kita ingin belajar banyak bagaimana mereka memperoleh kemenangan,” kata Taufik dalam acara Coffee Morning bertajuk Kiat Partai Politik Meraih Dukungan; Studi Kasus Keberhasilan AK Parti di Turki, Jumat (24/2) di kantor DPP PKS, Jakarta.
Taufik menyampaikan, AK Parti sebagiamana halnya PKS merupakan partai yang baru lahir. “Umurnya baru 10 tahun. Namun dalam usia yang masih relatif muda AK Parti berhasil menjadi partai berkuasa,” ujar Taufik.
Menjawab pertanyaan tentang kiat keberhasilan meraih dukungan, Adam Ali Yilmaz, Ketua Bidang Kepemudaan AK Parti mengatakan, penokohan merupakan kunci keberhasilan AK Parti. Erdogan, kata Adam, merupakan tokoh yang sangat dikagumi di Turki.
“Sekitar 70 persen kemenangan AK Parti ditentukan oleh ketokohan Erdogan,” jelas dia.
Kunci keberhasilan lainnya adalah AK Parti selalu berusaha dekat dengan rakyat, berusaha memberikan solusi terhadap beragam persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam kesempatan diskusi coffee morning dengan wartawan dan pengurus PKS itu Adam mengemukakan, meskipun sudah menjadi partai pemenang, AK Parti tetap ingin belajar dan menimba pengalaman dari partai-partai lain di dunia, termasuk dari PKS.
“Kami juga ingin belajar dari PKS. Karena PKS dikenal cukup baik dalam hal kaderisasi dan pembinaan kaum muda,” urai Adam.
Kehadiran pengurus AK Parti ke PKS merupakan kunjungan balasan. Sebelumnya sejumlah pengurus PKS sudah melakukan kunjungan ke kantor AK Parti, baik di Ankara maupun Istanbul. Bahkan PKS sempat mengirimkan tim observer dalam Pemilu Turki beberapa waktu lalu. Salah satu kegiatannya adalah mempelajari manajemen kampanye AK Parti.
Kerjasama
Selain dengan AK Parti, PKS juga menjalin hubungan dan komunikasi dengan Partai Komunis Cina (PKC), Partai Buruh Australia, Partai Buruh dan Partai Konservatif di Inggris dan sejumlah partai lainnya di Eropa, Asia, dan Afrika.
Menurut Ketua BHLN DPP PKS Budiyanto, PKS terus berusaha meningkatkan jalinan hubungan dengan partai-partai di luar negeri. Tujuannya selain untuk sharing pengalaman juga kerjasama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan bidang sosial lainnya.

Sumber : http://pks.or.id/content/pks-dan-ak-parti-saling-belajar

Posted By: PKS Beringin DS
Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Selasa, 21 Februari 2012

Selasa, 21 Februari 2012

DPR Minta Daftar Pemilih Pemilu 2014 Segera Dituntaskan




Hal ini menjadi penting karena UU Pemilu ditargetkan tuntas pada Maret mendatang. DPT yang siap lebih cepat dapat memperlancar pelaksanaan pemilu.

"Perlu penandatanganan DPT yang disepakati antara KPU,MK dan Parpol peserta pemilu dalam waktu dekat," kata Wakil Ketua DPR Anis Matta, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2012).

Menurut Anis, DPR yang lebih cepat selesai masih bisa diupdate menjelang pemilu. DPT yang sudah mantap, bisa menekan konflik pasca pemilu.

"Tujuannya adalah menerapkan prinsip keadilan sejak awal proses pemilu, disamping mengurangi potensi konflik pasca pemilu," kata Anis.

Pandangan sama disampaikan Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Bagi Pramono DPT yang lebih mantap dapat memperlancar pesta demokrasi Indonesia.

"Yang paling utama adalah menjaga proses demokratisasi melalaui pemilu yang transparan dan akuntabilitas. Pemilu 2009 rawan gugatan setelahnya dan masalah DPT ini harapannya kalau tahun 2012 dapat diselesaikan alangkah baiknya," kata Pramono.

Kemudian menjelang pemilu tinggal dilakukan update ulang. Agar memastikan tak ada kecurangan dalam pemilu.

"Pengecekan daftar pemilih tetap sehingga tidak ada gugatan berdasar daftar pemilh tetap. Apalagi dengan adanya e-ktp itu dalam rangka perbaikan," tegas Pramono.
Posted By : PKS Beringin DS
BEKERJA UNTUK KEJAYAAN INDONESIA ADALAH IBADAH

 

"Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Sebelumnya Meminta Maaf, Apabila ada Kesalahan dan Kekhilafan dalam Menyajikan Informasi Serta terdapat Link-Link yang belum Aktif". Jazzaakallah Khairan Katsiran, Assalamu'alaikum Wr, Wb. ^_^

Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates