Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Blog Resmi DPC PKS Beringin Deli Serdang - Provinsi Sumatera Utara. www.pks-beringin.blogspot.com. Jika ada pertanyaan dan saran harap di kirimkan ke Email DPC PKS Beringin di.. pks.beringin.deliserdang@gmail.com

Selasa, 09 Oktober 2012

Selasa, 09 Oktober 2012

Pelopor Pertama Indonesia, Ciptakan Desa Bebas Asap Rokok

 Oleh : Muhammad Samin SS 

Sosok Inspiratif dari Ranah Minang, Wali Nagari (Kepala Desa) Sitiung Syarifuddin
Ciptakan Nagari Bebas Asap Rokok dan Nagari Berlandaskan Islam


Pepatah bilang, lain lubuk lain pula ikan nya, seperti hal nya di Sumatera Barat sebutan Wali Nagari sama dengan Kepala Desa dipedesaan atau Lurah di daerah Kota di daerah lain di Indonesia.Di Provinsi Sumatera Barat Kabupaten Dharmasraya Kecamatan Sitiung tak ada yang tak kenal dengan Wali Nagari (Kepala Desa) Sitiung , yakni Syarifuddin, salah seorang Wali Nagari yang memiliki visi dan misi untuk membangun nagari berlandaskan agama Islam.

Sejak kecil beliau telah di didik agama yang kuat, sehingga dibawah kepemimpinannya Nagari Sitiuang dijadikan sebuah nagari yang bebas asap rokok dan nagari yang memiliki landasan Islam.
Nagari Sitiung merupakan salah satu nagari yang tertua yang ada di Kabupaten Dharmasraya, dimana nagari ini dulunya sangat fanatik dengan agama. Bahkan di Nagari ini juga telah banyak melahirkan para alim ulama dari tiga provinsi, Sumatera Barat, Jambi dan Riau. Di nagari ini terdapat salah satu pondok pesantren Tarbiyatul Islamiyah dibawah pimpinan buya Angku Mudo Jaka, disitu jugalah sosok Wali Nagari Sitiung Syarifuddin mengemban ilmu agama.
Dari kelas satu hingga kelas tiga SD, Wali Nagari Sitiung ini telah menamatkan Al Qur’an dan setelah itu langsung masuk sekolah agama di Tarbiyah Islamiyah yang dipimpin Buya Angku Mudo Jaka.
Pada tahun 1965, wali nagari Sitiung menamatkan sekolahnya hingga tamat Tsanawiyah di Tarbiyatul Islamiyah tersebut.
Kemudian wali nagari sitiung saat itu ditawarkan oleh orang tua untuk sekolah agama, kemudian pada tahun 1965 Wali Nagari Sitiung berangkat dan sekolah di Tarbiyatul Islamiyah Candung Bukit Tinggi dan menamatkan pada tahun 1970 (5 tahun).
Setelah tamat disana, Wali Nagari Sitiung ini lantas melanjutkan sekolahnya di IAIN Imam Bonjol Bukit Tinggi pada tahun 1971. Hanya saja, pada bangku kuliah ini, wali Nagari Sitiung tidak sempat menamatkan kuliahnya.
“Saya saat itu, disuruh kakak saya yang bernama Suhaimi untuk membantu mengelola usaha mobil, kita punya tiga mobil yakni dua bus, satu truck. Namun usaha ini bisa bertahan dua tahun,” jelasnya.
Kenang Wali Nagari Sitiung ini, setelah itu, dirinya bertekad untuk mengakhiri masa lajang dengan menikahi salah satu anak dari Buya Salam Imam kakak dari H Aminullah Salah yakni pada tahun 1974.
“Banyak lika-liku yang kita lalui, saat ini saya bertekad dengan ilmu yang saya miliki akan menjadikan Nagari Sitiung menjadi nagari yang Islami,” tandasnya sembari bercerita tentang keinginannya dalam membangun Nagari Sitiung.

Pelopor Demo dan Memutuskan Berwiraswasta
Lika-liku yang dijalani Wali Nagari Sitiung sangatlah panjang, begitu juga dalam menjalankan pekerjaan. Setelah menikah, Wali Nagari Sitiung menfokuskan diri untuk berwiraswasta, jadi pekerja di perusahaan bahkan menjadi salah satu pelopor demo dan juga mengabdikan diri untuk mengajar sesuai dengan bekal ilmu yang didapatnya. Seperti apa perjalanan pekerjaan sebelum menjadi Nagari Sitiung,
Wali Nagari Sitiung Syarifuddin dalam prinsip menjalankan hidup dengan bekerja keras, ikhlas dan beramal. Hal ini lah yang juga dijalankan oleh Syarifuddin dalam menjalankan pekerjannya, sejak memutuskan untuk menikah. Wali Nagari Sitiung menjalani pekerjaan dengan berbagai macam pekerjaan, mulai dari berwiraswasta, bekerja di perusahaan dan juga mengabdikan diri untuk mengajar dan menjadi pengurus di Madrasah Tarbiyatul Islamiyah.
Wali Nagari Sitiung mengabdikan diri di MTI pimpinan Buya H Abdullah Salam Imam, mertua sendiri pada tahun 1980 dengan mengajar selama dua tahun dan menjadi pengurus yakni sekretaris selama lima tahun.
Disamping menjadi pengurus MTI, dalam organisai masyarakat, Wali Nagari sitiung juga pada tahun 1981 diminta pemuda oleh Jorong Sitiung untuk menjadi ketua olah raga Porsit sekaligus ketua pemuda Sitiung lebih kurang ia jalani ini selama lima tahun.
“Saya dipercaya dan diminta para pemuda untuk menjadi ketua pemuda Sitiung, amanah ini saya jalankan sambil melakukan pekerjaan mengajar dan juga menjadi pengurus serta menjadi ketua pemuda Sitiung,”ungkap Wali Nagari Sitiung kepada kepada penulis menceritakan pengalaman dalam bekerja.
Kata Wali Nagari Sitiung, karena tingkat perekonomian saat itu mulai meninggi dan dirinya juga menjadi tulang punggung bagi keluarga. Wali Nagari Sitiung melamar pekerjaan di salah satu perusahaan Sawmell yakni PT Andalas Word Jaya Baru (AWJB), saat itu dirinya dipercaya mejadi tukang teli (Penghitung kayu) dimana saat itu gaji yang diberikan RP 1500 perhari pada tahun 1986, pekerjaan ini dirinya tekuni selama selama 9 bulan. “Saya berhenti karena pekerjaan yang saya lakukan tidak sesuai dengan gaji,” tegasnya.
Lantas Wali Nagari Sitiung tidak kehilangan akal, dirinya kembali melamar ke salah satu perusahaan sawmell PT Andalas Maratir Timber (AMT). Saat itu dirinya hanya bertahan enam bulan. “Lokasi tempat kerja jauh dari TKA, makanya saya saat itu kembali melamar pekerjaan di PT Ingkasi Raya,” bebernya.
Kata Wali Nagari, di PT Ingkasi Raya ini dirinya diamanahkan sebagai pengurus lapangan sekaligus mencatat RPM traktor lebih kurang 30 buah. Saat itu cerita Wali Nagari, dirinya dijanjikan setelah 6 bulan perusahaan akan mengangkat dirinya sebagai karyawan tetap bukan harian.
“Perusahaan ingkar janji, kita tidak diangkat jadi karyawan. Saya memutuskan untuk bersama karyawan yang lain mengadakan demo ke perusahaan untuk menyampaikan tuntutan dua tuntutan diangkat sebagai karyawan tetap dan gaji dinaikan atau diberhentikan dengan catatan diberi pasangon,” tegas Wali Nagari.
Hasilnya, Wali Nagari Sitiung diberhentikan diberi pasangon sebanyak Rp 1 juta. Setelah mendapat pasongan tersebut, dirinya langsung pergunakan uang pesangon tersebut dan beralih profesi untuk menjadi pembeli karet dan terjun ke wiraswasta.
“Alhamdulillah sejak itu ada peningkatan ditambah dengan kebun karet peninggalan orang tua 8 bidang, bertahan sampai tujuh tahun,” tandasnya.

Ikut Politik, 2 Kali Gagal dalam Pemilihan Wali Nagari (Kepala Desa)
Banyaknya perjalanan dan pengalaman yang dilalui oleh Syafruddin, membuat dirinya ikut berpolitik bahkan mencalonkan diri menjadi wali nagari. Namun dua kali dirinya mencalonkan diri menjadi wali nagari selalu gagal.
Pengalaman demi pengalaman yang didapat oleh Wali Nagari Sitiung dalam mengarungi kehidupan ini, akhirnya Wali Nagari Sitiung mencoba untuk terjun ke dunia politik. Saat itu dirinya pada tahun 1997, mencoba mencalonkan diri jadi Kepada Desa (Wali Nagari-red) dengan empat calon saat itu yakni Hayamudin, Abu Bakar, Kapidis Rasyid dan dirinya. Namun saat itu Syarifuddin gagal dan dimenangkan oleh Abu Bakar.
Baru kemudian pada tahun 1998, Wali Nagari Syafruddin kembali mencoba mencalonkan diri menjadi kepala desa dengan tiga calon saat itu yakni Drs Muslim Samat, Ali Amran (Ali Tabek) dan dirinya. Lagi-lagi Wali Nagari Syafruddin gagal dalam pemilihan kalah tipis dengan Muslim samat dengan selisih suara 37 orang.
“Kegagalan yang saya alami jadi pelajaran bagi saya, untuk lebih baik kedepannya” kata Wali Nagari Sitiung Syafruddin.
Pada tahun 2002, cerita Wali Nagari Sitiung, dirinya dipercaya oleh masyarakat menjadi ketua panitia masjid Jami Sitiung. Dengan bekal keikhlasan dalam menjalankan amanah dan tentunya akan bekerja keras mewujudkan itikad baik dalam membangun masjid, wali Nagari Sitiung Syafruddin memasang niat ikhlas karena Allah SWT untuk menjadi Ketua pembangunan masjid.
Saat itu, Kata Wali Nagari, dirinya mengumpulkan seluruh tokoh masyarakat untuk merenovasi total masjid Jami Sitiung, dana awal Rp 22 juta tentu dana tersebut tidak mencukupi. Dalam RAB harus disiapkan sebanyak 1,4 Miliar.
“Kita buat proposal sebanyak-banyaknya, waktu itu perusahaan banyak sampai ke Jakarta dan Malaysia untuk mencari dana, Alhamdulillah berhasil mengumpul uang sebanyak 25 juta karena dana masih sangat jauh, maka buat kesepakatan lagi dengan mengkapling tanah satu setengah hektar tepatnya simpang Blok A arah ke Sungai Duo dan terkumpul dana Rp 200 juta dengan dana tersebut telah terlaksana cor lantai dua pada tahun yang sama, dibantu oleh bapak Marlon sebanyak 250 juta. Alhamdulillah masjid selesai dalam keadaan 85 persen,” ungkap Wali Nagari.
Lanjut Wali Nagari menceritakan kisahnya, pada saat itu ninik mamak meminta kepada dirinya untuk mencalonkan diri sebagai wali nagari. Pada saat itu dirinya belum menyetujui dan berpikir-pikir lebih dahulu setelah 10 hari datang lagi ninik mamak, supaya mencalonkan diri kembali.
“Saya setujui dengan catatan untuk jorong Sitiung satu orang saja akhirnya di Setujui dan diurus dengan persyaaratan lainnya,” jelasnya,
Dengan perjalan yang sangat panjang, penuh liku-liku dan melelahkan akhirnya tuhan bersama kita niat ikhlas dan didukung ninik mamak kita dapat suara terbanyak dengan jumlah suara 1287 suara. “Pada tanggal 10 oktober tepatnya hari jumat dilantik oleh Adi Gunawan telah diberi amanah oleh masyarakat tentu kita perjuangkan dengan sungguh-sungguh bagaimana nagari sitiung bisa maju kedepan lebih baik daripada hari ini. bebrbagai terobosan yang telah dilalui, dua bulan menyempurnakan struktur lembaga nagari seperti KAN, LPM, Pemuda dan Organisasi-organisasi lainnya,” jelas Wali Nagari.
 
Bawa Nagari (Desa) Sitiung Menjadi Nagari Bebas Asap Rokok
Dipercaya menjadi Wali Nagari Sitiung, Syafruddin bertekad akan menjadi Nagari Sitiung yang tidak hanya berlandaskan azas Islam, tetapi juga akan membawa Nagari Sitiung menjadi Nagari berprestasi bahkan saat ini Wali Nagari Sitiung berhasil membawa Nagari Sitiung menjadi Nagari Bebas Asap Rokok yang telah diakui oleh Pemerintah Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat.
Terpilihnya Syarifuddin menjadi Wali Nagari Sitiung tanpa berlama-lama dirinya langsung melakukan pembenahan struktur nagari yang dianggap sangat penting dalam membangun nagari Sitiung kedepan, dalam waktu dua bulan, Wali Nagari Sitiung berhasil menyempurnakan struktur lembaga nagari seperti perangkat nagari, Banmus, KAN, LPM Pemuda dan organisasi serta membuat organisai lainnya.
Setelah itu, Wali Nagari juga memiliki visi dan misi yang jelas dalam menjalankan roda kepemerintahan nagari.
Dibawah kepemimpinannya dirinya bertekad menjadikan Nagari Sitiung menjadi nagari yang Islami bahkan nagari yang bebas asap rokok, tidak hanya itu Wali Nagari Sitiung juga bertekad akan menjadikan Nagari Sitiung menjadi salah satu nagari yang berprestasi.
Rencana yang telah dilakukan oleh Wali Nagari Sitiung ini bukan hanya sebatas rencana, dalam dua bulan ini wali nagari Sitiung berhasil membawa Nagari Sitiung menjadi nagari hatinya PKK dan asih asuh untuk tingkat Sumatera Barat dengan memperoleh juara II.
Setelah itu, Nagari Sitiung dari 52 nagari berhasil meraih nagari berprestasi untuk tingkat Kabupaten Dharmasraya dengan meraih tingkat III. “Saya bertekad akan menjadikan Nagari Sitiung menjadi nagari terbaik satu untuk tingkat Provinsi Sumatera Barat, saat ini kita telah mengevaluasi dan menyiapkan untuk menjadi Nagari terbaik tingkat Provinsi Sumbar,” ungkap Wali Nagari Sitiung Syafruddin kepada penulis.
Saat ini, kata Wali Nagari bersama banmus, Nagari Sitiung telah membuat peraturan nagari (Perna)yakni Perna larangan merokok dikawasan kantor nagari, sarana pendidikan, masjid, pasar dan juga tempat umum.
Bahkan saat ini, Wali Nagari juga sudah menciptakan sanksi bagi masyarakat yang merokok ditengah umum. Tidak hanya sanksi, Wali Nagari Sitiung juga memberikan reword dan hadiah kepada masyarakat yang berhenti merokok.
“Sampai saat ini sudah ratusan masyarakat kita yang berhenti merokok dan sudah saya berikan hadiah. cita-cita saya tidak ada satupun masyarakat kita yang merokok, saat ini pelan-pelan kita arahkan kepada masyarakat untuk tidak merokok sebab merokok banyak mudaratnya jika dibandingkan manfaatnya. Alhamdulillah masyarakat kita sadar hal itu, meski masih ada warga kita yang merokok. Tapi mereka merokok secara sembunyi-sembunyi atau merokok diluar daerah dari Nagari Sitiung,” tegasnya.
Diceritakan Syarifuddin, bahkan ide darinya ini untuk menciptakan nagari bebas asap rokok sudah keluar di harian kompas pada edisi Rabu 12 September 2012 yang dituliskan oleh Muhammad Samin, SS. Tidak hanya itu, Seminggu setelah itu tepatnya pada hari Kamis tanggal 18 September 2012, dirinya juga didatangi salah satu wartawan Metro TV yang ditugaskan langsung dari Jakarta untuk mewawancarai dirinya mengenai ide menjadikan Nagari Sitiung bebas asap rokok dengan durasi profil nagari selama ½ jam. “Alhamdulillah saya juga dapat kabar kalau nanti pada hari kesehatan nasional, saya akan diundang ke Jakarta untuk mendapatkan penghargaan kesehatan karena telah berhasil membawa Nagari Sitiung bebas asap rokok. Semoga apa yang saya lakukan ini bisa menjadi contoh bagi desa lain yang ada di Indonesia,” tutup Syafruddin mengakhiri ceritanya kepada penulis. (***)
Sumber: Kompsiana.com

Posted By ; PKS Beringin DS

 

"Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Sebelumnya Meminta Maaf, Apabila ada Kesalahan dan Kekhilafan dalam Menyajikan Informasi Serta terdapat Link-Link yang belum Aktif". Jazzaakallah Khairan Katsiran, Assalamu'alaikum Wr, Wb. ^_^

Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates