Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Blog Resmi DPC PKS Beringin Deli Serdang - Provinsi Sumatera Utara. www.pks-beringin.blogspot.com. Jika ada pertanyaan dan saran harap di kirimkan ke Email DPC PKS Beringin di.. pks.beringin.deliserdang@gmail.com

Minggu, 06 Januari 2013

Minggu, 06 Januari 2013

Gatot respon jembatan ambruk di Simalungun

 
MEDAN - Ruas jalan provinsi antara Km 19,7 hingga 21,1 arah Pematangsiantar ke Perdagangan, Simalungun, ambruk di sejumlah bagian, termasuk jembatan dua sisi sayapnya amblas, konstruksi tergantung hampir putus.

Pelaksana tugas(Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho  langsung merespon kondisi ini dan melalui Dinas Bina Marga Sumut mengumpulkan semua pihak terkait terutama Pemkab Simalungun dan perusahaan perkebunan sekitar lokasi. sabtu 5 januari 2013

Pemprovsu menggalang Pemkab dan perusahaan perkebunan terdekat yakni PT Eastern Sumatera group SIPEF dan PTPN III untuk menyelesaikan akar masalah penyebab longsornya kawasan di sepanjang ruas jalan itu, terutama di sekitar Nagori Pamatang Sahkuda yang kondisinya sungguh parah dan longsorannya juga sudah mengancam pemukiman penduduk.

Kepala Dinas Bina Marga Sumut M Armand Effendy Pohan didampingi Kepala UPTD Siantar Wesly Sidabutar hari ini turun langsung ke lapangan menindaklanjuti instruksi Plt Gubsu tersebut.

Rombongan disambut masyarakat setempat di sekitar jembatan putus di Km 21 yang juga dikenal sebagai jembatan SIPEF di Nagori Pamatang Sahkuda Kecamatan Gunung Malela, Simalungun.

Melalui Pangulu Nagori Pamatang Sahkuda Supendi disaksikan Camat Gunung Malela Ronny Rudyanto masyarakat menyampaikan terima kasih atas respon yang begitu kuat dari Pemprovsu untuk penyelesaian akar masalah jalan ambruk ini.

"Kami memahami untuk penyelesaian tuntas kerusakan ini memerlukan waktu dan prosedur namun komitmen dan langkah-langkah yang diambil Pemprovsu kami dukung sembari pengalihan sementara arus lalulintas ruda empat," ujar Pangulu, hari ini.

Mereka kemudian menyerahkan sejumlah surat kepada Gubsu dan instansi terkait yang intinya ruas jalan antar kabupaten dimaksud untuk sementara ditutup untuk kenderaan roda empat. Di lapangan memang mulai simpang gudang pupuk PT SIPEF lalu lintas sudah dialihkan melalui jalan perkebunan untuk kapasitas 2,5 ton.

Longsor yang mengakibatkan amblasnya jalan dan jembatan setempat akibat berubah fungsinya parit sisi kiri jalan mulai dari sekitar Km 19,7 hingga Km 21 arah Pematangsiantar ke Perdagangan Simalungun. Longsor dahsyat dalam beberapa kali belakangan ini membuat sejumlah badan jalan termasuk sayap jembatan di Km 21 ambruk.

Parit pembatas pengaman jalan dengan areal perkebunan setempat yang semula lebarnya hanya sekira satu meter dengan kedalaman satu meter tergerus hebat akibat meluapnya aliran air beberapa waktu terakhir.

Kini, parit kecil tersebut sudah berubah menjadi semacam kanal atau sungai besar, bahkan di beberapa bagian hingga kawasan jembatan yang putus, lebarnya mencapai hampir 24 meter dengan kedalaman sekira 16 meter.

Akibatnya badan jalan sekira 2 hingga 3 km dan satu jembatan itu benar-benar rawan, terkesan hanya tinggal menunggu waktu ambruk pada kedalaman lebih 14 meter, dan di beberapa bagian sudah runtuh sehingga ruas badan jalan hanya tinggal separuhnya.

Kondisi diperparah akibat sistem pengendalian air di arah hulu yang tidak bagus oleh PSDA Simalungun dan PTPN III membuat air membludak ke parit yang sudah berbentuk sungao besar itu sehingga menggerus badan jalan dan jembatan.

Dinas Bina Marga sudah tiga kali mengundang semua pihak terkait rapat membahas penyelesaian saluran air yang sudah mengkhawatirkan dan merusak jalan serta jembatan. "Dari tiga kali rapat semua pihak merespon positip upaya penyelesaian, namun pihak PTPN III belum pernah hadir," jelas Kadis.

Beberapa rencana langkah yang akan diambil yakni akan dibuat saluran air baru tembus mulai dari kawasan sebelum gudang pupuk PT SIPEF sekitar Km 19 lurus menuju Sungai Bahbolon sehingga aliran air tidak lagi melewati parit yang sudah berubah seperti kolam panjang itu.

Saluran air baru itu nantinya dibangun oleh PT SIPEF dan yang melintasi jalan propinsi maka Dinas Bina Marga akan membangun 'Box Culvert' semaam gorong-gorong beton yang akan menyeberangkan aliran air dari bawah jalan.

Dengan pengalihan aliran air maka kawasan Nagori Pamatang Sahkuda dan meliputi juga sebagian kawasan Sahkuda Bayu, Bukit Maraja dan Marihat Bukit tidak lagi diterpa membludaknya air dan kawasan menjadi kering.

Selanjutnya PU Bina Marga Sumut akan memperbaiki jalan yang rusak termasuk jembatan yang putus sehingga kondisi pulih dan normal kembali. "Untuk ini memerlukan biaya besar. Namun biaya relatif sudah ada 2013, tetapi prosesnya tentu nanti memerlukan tender dan mekanisme sehingga masyarakat dimohon mengerti," ujar Pohan.

Untuk sementara jalan antar kabupaten Simalungun dan Asahan tersebut jalurnya akan dipotong agar lalu lintas tidak terkendala, jelas Pohan seraya mengemukakan tanggal 8 Januari akan dilanjutkan rapat pihak terkait sehingga jelas apa partisipasi Pemkab, PTPN III dan PT SIPEF.

Pangulu Nagori Pamatang Sahkuda menegaskan setelah melihat responsif dan sikap tanggap Pemprovsu memahami penyelesaian masalah ada mekanisme dan prosedur.

"Kami masyarakat siap membantu. Namun pihak-pihak yang terkait diduga ikut menyebabkan terjadinya bencana longsor ini seperti pihak Irigasi Simalungun, PTPN III dan PT SIPEF komit ikut membantu," tegasnya seraya mengemukakan goodwill dari PT SIPEF cukup baik, namun dari pihak PTPN III Kebun Bangun diharapkan lebih tanggap.

Sumber :  Waspada Om Line

Posted By : PKS Beringin DS

 

"Terima Kasih Atas Kunjungannya dan Sebelumnya Meminta Maaf, Apabila ada Kesalahan dan Kekhilafan dalam Menyajikan Informasi Serta terdapat Link-Link yang belum Aktif". Jazzaakallah Khairan Katsiran, Assalamu'alaikum Wr, Wb. ^_^

Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates